Share

Laba Emiten Wulan Guritno (LUCY) Meroket 901% Jadi Rp3,28 Miliar

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 16 Agustus 2022 05:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 278 2648518 laba-emiten-wulan-guritno-lucy-meroket-901-jadi-rp3-28-miliar-9ZGFpXiS8D.jpg Laba LUCY alami kenaikan di semester I 2022 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Laba PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) membukukan laba bersih senilai Rp3,28 miliar di semester I 2022. Laba emiten Wulan Guritno ini meroket 901,41% year on year (yoy) dari periode sama tahun lalu senilai Rp328,24 juta.

Lonjakan laba emiten pengelola restoran dan bar ini dipicu pertumbuhan pendapatan usaha yang cukup signifikan sebesar 239,35% yoy mencapai Rp21,51 miliar. Sementara pada semester pertama tahun lalu, emiten yang salah satu komisarisnya bernama Wulan Guritno itu membukukan pendapatan sebesar Rp6,33 miliar.

Kontribusi terbesar pemasukan datang dari penjualan minuman yang mencapai Rp16,92 miliar, sementara makanan menyerap Rp3,80 miliar, dan lainnya Rp846,56 juta, dengan diskon penjualan sebesar Rp57,78 juta.

Kinerja paruh pertama tahun ini membuat LUCY mencetak laba per saham dasar sebanyak Rp3,18, tumbuh dari periode sama tahun lalu di angka Rp3,15. Demikian laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/8/2022).

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Kenaikan pendapatan mendongkrak beban pokok LUCY sebanyak 215,51% yoy. Sebagian besar datang dari biaya persediaan awal untuk segmen minuman, disusul makanan, dan rokok, total mencapai Rp1,33 miliar.

Beban pemasaran dan promosi LUCY juga meningkat menjadi Rp703,50 juta, dari semester awal tahun lalu Rp215,87 juta. Beban umum-administrasi ikut membengkak 149,41% yoy mencapai Rp9,71 miliar. Biaya terbesar di pos ini berasal dari gaji-kesejahteraan, amortisasi, hingga musik dan hiburan.

Dari sisi neraca per 30 Juni 2022, LUCY memiliki total aset senilai Rp61,52 miliar, atau lebih tinggi 14,84% dari akhir 2021 senilai Rp53,57 miliar. Kewajiban pembayaran atau liabilitas membengkak 31,29% menjadi Rp19,58 miliar, sedangkan modal/ekuitas perseroan tumbuh 8,50% menjadi Rp41,94 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini