Share

Bicara Ancaman Hiperinflasi 12%, Bamsoet Singgung Kenaikan Harga BBM

Feby Novalius, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 320 2648657 bicara-ancaman-hiperinflasi-12-bamsoet-singgung-kenaikan-harga-bbm-jESgUOaNzA.jfif Kenaikan Harga BBM Jadi Sorotan di Sidang Tahunan MPR. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Kenaikan harga BBM jadi sorotan dalam Sidang Tahunan MPR RI. Hal ini menjadi beban masyarakat di tengah pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, Indonesia diprediksi menghadapi ancaman hiper-inflasi pada September 2022. Dengan angka inflasi pada kisaran 10% hingga 12%.

Baca Juga: Harga Pertalite Bakal Naik, Menteri ESDM: Dalam Kajian

"Laju kenaikan inflasi, disertai dengan lonjakan harga pangan dan energi semakin membebani masyarakat, yang baru saja bangkit dari pademi Covid-19," ujarnya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2022, Selasa (16/8/2022).

Kemudian, lonjakan harga minyak dunia pada awal April 2022 diperkirakan mencapai USD98 per barel. Angka ini jauh melebihi asumsi APBN 2022 sebesar USD63 per barel. Di sisi lain, beban subsidi untuk BBM, Pertalite,Solar, dan LPG, sudah mencapai Rp502 triliun.

Baca Juga: Semahal-mahalnya Harga BBM Indonesia Masih Lebih Murah Dibanding 10 Negara Ini

"Kenaikan harga minyak yang terlalu tinggi, tentunya akan menyulitkan kita dalam mengupayakan tambahan subsidi, untuk meredam tekanan inflasi. Tidak ada negara yang memberikan subsidi sebesar itu," ujarnya.

Kondisi fiskal dan moneter Indonesia juga perlu menjadi perhatian. guna menghadapi potensi krisis global. Di sektor fiskal, tantangan yang harus dihadapi adalah normalisasi defisit anggaran, menjaga proporsi utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto, dan keberlanjutan pembiayaan infrastruktur. Dari segi moneter, tantangan terbesar adalah mengendalikan laju inflasi, menjaga cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar Rupiah.

Sementara itu, pengembangan kemampuan sektoral, terutama Konsolidasi Demokrasi, Ekonomi Hijau, Infrastruktur Digital, dan Pembangunan Ibu Kota Negara, keberlanjutan komitmen lintas pemerintahan merupakan landasan utama bagi pembangunan nasional jangka panjang, dan sekaligus upaya me-mitigasi berbagai risiko yang dihadapi di masa depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini