Share

Stop Ekspor Bahan Mentah, Jokowi Harap Hilirisasi Nikel Capai Rp440 Triliun

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 16 Agustus 2022 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 320 2648690 stop-ekspor-bahan-mentah-jokowi-harap-hilirisasi-nikel-capai-rp440-triliun-0NpRLgvR1I.jfif Pidator Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI 2022. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membahas hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam dalam Sidang Tahunan MPR 2022. Menurutnya, hilirisasi harus terus dilakukan karena menguntungkan negara.

Hilirisasi nikel misalnya, telah meningkatkan ekspor besi baja 18 kali lipat. Tahun 2014 angkanya hanya sekitar Rp16 triliun, tapi di tahun 2021 meningkat menjadi Rp306 triliun.

"Di akhir tahun 2022 ini, kita harapkan bisa mencapai Rp440 triliun. Itu hanya dari nikel. Selain penerimaan pajak, devisa negara juga naik, sehingga kurs Rupiah lebih stabil," ungkap Jokowi dalam pidato kenegaraannya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI di Jakarta, Selasa(16/8/2022).

Sekarang, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia telah menjadi produsen kunci dalam rantai pasok baterai lithium global. Produsen mobil listrik dari Asia, Eropa, dan Amerika ikut berinvestasi di Indonesia. Setelah nikel, pemerintah juga akan mendorong hilirisasi bauksit, hilirisasi tembaga, dan timah.

"Kita harus membangun ekosistem industri di dalam negeri yang terintegrasi, yang akan mendukung pengembangan ekosistem ekonomi hijau dunia," tegas Jokowi.

Yang kedua, sambung dia, selain hilirisasi, optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau harus terus ditingkatkan. Persemaian dan rehabilitasi hutan tropis dan hutan mangrove, serta rehabilitasi habitat laut, akan terus dilakukan, dan akan menjadi potensi besar penyerap karbon.

Jokowi menilai, energi bersih dari panas matahari, panas bumi, angin, ombak laut, dan energi bio, akan menarik industrialisasi penghasil produk-produk rendah emisi. Kawasan industri hijau di Kalimantan Utara akan menjadi Green Industrial Park terbesar di dunia.

"Saya optimistis, kita akan menjadi penghasil produk hijau yang kompetitif di perdagangan internasional. Upaya tersebut bisa langsung disinergikan dengan program peningkatan produksi pangan dan energi bio," ungkap Jokowi.

Pemanfaatan kekayaan hayati laut secara bijak, sebut dia, akan menjadi kekuatan besar untuk produk pangan, farmasi, dan energi.

"Demikian pula halnya dengan perkebunan kita, antara lain kelapa sawit, yang telah terbukti menjadi pemasok terbesar CPO dunia," pungkas Jokowi.

(fbn)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini