Share

Bangun IKN, Presiden Jokowi: Bukan Hanya Berisi Kantor tapi Motor Penggerak Ekonomi Baru

Feby Novalius, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 470 2648717 bangun-ikn-presiden-jokowi-bukan-hanya-berisi-kantor-tapi-motor-penggerak-ekonomi-baru-CwgQQxmMls.jfif Presiden Jokowi Soal Pembangunan Ibu Kota Baru. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Presiden Jokowi menekankan lima agenda yang harus ditopang untuk menjadikan Indonesia unggul. Salah satu agenda yang ditekankan soal pembangunan Ibu Kota Nusantara harus dijaga keberlanjutannya.

Jokowi mengatkan bahwa IKN bukan hanya untuk para ASN, tetapi juga para inovator dan para wirausahawan.

"Bukan hanya berisi kantor-kantor pemerintah, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru," ujarnya dalam Pidator Presiden dalam Rangka HUT ke-77 Republik Indonesia, di DPR RI, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga: Kendaraan Otomatis Bakal Wara-wiri di Ibu Kota Nusantara

Jokowi mengatakan, IKN bukan kota biasa, tetapi kota rimba dengan pelayanan pendidikan dan kesehatan kelas dunia.

"Kawasan Inti Pusat Pemerintahan memang dibangun oleh APBN, tetapi selebihnya, 80% investasi swasta diundang untuk berpartisipasi," ujarnya.

Baca Juga: Ibu Kota Baru Dibangun, 900 Hektare Lahan Mulai Digarap hingga 2024

Sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) harus tetap dilanjutkan. Jangan sampai proses pemindahan IKN terhenti karena adanya pergantian kepemimpinan.

"Pemindahan IKN tidak boleh terhenti karena adanya penggantian kepemimpinan nasional," kata dia saat membuka Sidang Tahunan MPR RI.

Bamsoet menjelaskan, pembangunan IKN merupakan proyek jangka panjang. Guna mewujudkan IKN menjadi kota dunia yang berkelanjutan dengan konsep smart, green, blue city, serta hub bagi perekonomian nasional dan regional, dibutuhkan haluan negara serta konsistensi lintas pemerintahan.

"Tidak hanya itu, pembangunan IKN diharapkan menjadi katalis, untuk mendorong Indonesia melakukan lompatan teknologi," ucapnya.

Lebih lanjut dia, perlu ada pemikiran untuk mengingatkan, serta menunjukkan, peta jalan pembangunan yang lebih dapat diandalkan. Jalan pembangunan yang lebih menjamin ketahanan nasional, dengan kesanggupan untuk merealisasikan visi dan misi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Serta, jalan pembangunan yang lebih menjamin kesinambungan pembangunan, tanpa bergantung pada momen elektoral lima tahunan," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini