Share

Pendapatan Turun, Madusari Murni (MOLI) Rugi Rp5,2 Miliar di Semester I-2022

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2022 09:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 278 2649823 pendapatan-turun-madusari-murni-moli-rugi-rp5-2-miliar-di-semester-i-2022-ukibnwmo0N.jfif Madusari Murni Alami Kerugian. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) mencatat kerugian sebesar Rp5,21 miliar di semester I-2022. Angka ini berbanding terbalik dari perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang membukukan laba sebesar Rp14,06 miliar.

Kerugian perseroan pada enam bulan pertama tahun ini seiring dengan pendapatan bersih MOLI yang juga turun sebesar 11,46% menjadi Rp 712,20 miliar dari sebelumnya Rp 804,40 miliar.

Baca Juga: Madusari Murni (MOLI) Siapkan Belanja Modal Rp240 Miliar

Adapun, penjualan etanol yang menjadi produk unggulan perseroan pada semester pertama turun 13,79% dari Rp 746,57 miliar menjadi Rp 643,58 miliar. Sementara itu, penjualan karbondioksida naik sebesar 3,42% menjadi Rp 31,42 miliar dari sebelumnya Rp 30,38 miliar.

Kemudian, penjualan pupuk tercatat sebesar Rp 22,97 miliar atau naik 31,83% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 17,42 miliar, dan penjualan produk lainnya sebesar Rp 14,22 miliar.

Baca Juga: Laba Madusari Murni Indah Anjlok 73,8% Jadi Rp277,4 Juta di Kuartal I-2022

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan MOLI turun 8,84% menjadi Rp 567,83 miliar dari sebelumnya Rp 622,91 miliar. Beban umum dan administrasi juga turun menjadi Rp 53,53 miliar dari Rp 56,06 miliar. Sedangkan, beban penjualan dan distribusi naik 5,94% menjadi Rp 74,94 miliar dari Rp 70,73 miliar.

Dalam enam bulan pertama, total nilai aset perseroan susut 6,98% menjadi sebesar Rp 2,11 triliun dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp 2,27 triliun. Adapun, liabilitas tercatat sebesar Rp 628,81 miliar dan ekuitas perseroan menjadi Rp 1,48 triliun.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Tahun ini, MOLI menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 240 miliar. Adapun, besaran tersebut didapatkan melalui pinjaman bank sebesar 70% dan dana internal perseroan sebesar 30%.

Perseroan mengalokasikan belanja modal tersebut untuk pembangunan pabrik etanol kedua. Unit fermentasi kedua milik perseroan saat ini tengah dalam proses rekonstruksi dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Kemudian, capex tersebut juga akan digunakan untuk membeli peralatan Silo atau struktur yang digunakan untuk menyimpan bahan curah. Capex juga akan digunakan untuk membeli alat likuifaksi, sakarifikasi, dan alat untuk memproduksi bungkil kedelai atau distillers dried grains with soubles (DDGS). Cahya Puteri Abdi Rabbi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini