Share

Indocement (INTP) Raup Laba Rp291,54 Miliar di Semester-2022

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2022 23:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 278 2650340 indocement-intp-raup-laba-rp291-54-miliar-di-semester-2022-Qg52H5ufKy.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) dan anak usaha mencatat laba senilai Rp291,54 miliar di semester I-2022.

Realisasi itu menyusut 50,2% dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp586,57 miliar.

Kondisi ini terjadi saat penjualan emiten semen itu meningkat 3,66% sebesar Rp6,91 triliun, dari paruh pertama tahun lalu di angka Rp6,66 triliun.

 BACA JUGA:Indocement (INTP) Akuisisi Perusahaan Pelayaran

Adapun kontribusi terbesar berasal dari penjualan semen, disusul beton siap pakai, dan tambang agregat.

Pasar domestik khususnya Jawa mendominasi penjualan INTP senilai Rp5,16 triliun, sedangkan luar-Jawa Rp1,62 triliun.

Perseroan juga mampu menyerap pendapatan dari ekspor sebesar Rp120,23 miliar dikutip dari laporan keuangan INTP, Kamis (18/8/2022).

Beban pokok penjualan tampak membengkak 12,45% yoy menjadi Rp5,14 triliun.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sebagian besar biaya datang dari bahan bakar dan listrik mencapai Rp2,55 triliun, yang membuat total beban pabrikasi naik mencapai Rp4,98 triliun.

Di samping itu, beban usaha juga mengalami pertambahan yang sebagian besar datang dari biaya pengangkutan, bongkar muat, dan transportasi senilai Rp902,06 miliar, disusul gaji-kesejahteraan karyawan sebesar Rp235,61 miliar

Posisi keuangan tengah tahun pertama ini membuat INTP mencetak laba per saham dasar senilai Rp82,80, atau lebih rendah dari posisi periode sama tahun lalu sebanyak Rp159,34.

Dari sisi neraca per 30 Juni 2022, INTP memiliki total aset sebanyak Rp23,45 triliun, lebih rendah 10,25% dari akhir 2021 senilai Rp26,13 triliun.

Kewajiban pembayaran atau liabilitas menyusut 6,94% dari akhir tahun lalu menjadi Rp5,13 triliun, sementara modal/ekuitas perseroan berkurang 11,14% total sebesar Rp18,32 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini