Share

Harga Beras di Merauke Rp6.000, Jokowi Heran Tak Ada yang Beli

Michelle Natalia, Sindonews · Kamis 18 Agustus 2022 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 320 2649854 harga-beras-di-merauke-rp6-000-jokowi-heran-tak-ada-yang-beli-il9sF0HIGg.jpg Presiden Jokowi Minta Pemda dan Tim Pengendali Inflasi Kerjasama. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Bupati, Walikota dan Gubernur betul-betul bekerjasama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP).

Kepala Negara ingin Pemerintah Daerah mengecek barang apa yang harganya naik di daerah masing-masing, yang kemudian menyebabkan inflasi.

Baca Juga: Pemerintah Perlu Perhatikan Inflasi dari Krisis Pangan di Tahun Depan

"Bisa saja beras, cabai, atau bawang merah. Dan dicek, TPIP cek daerah mana yang memiliki pasokan yang melimpah, disambungkan. Ini harus disambungkan, karena negara ini negara besar sekali, 514 kabupaten/kota dan 37 provinsi. Saya pernah ke Merauke, kepala daerahnya bilang, Pak, beras kita melimpah di sini, tapi engga ada yang beli. Harganya murah, cuma Rp6 ribu, Pak," ungkap Jokowi dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022 di Jakarta, Kamis(18/8/2022).

Dia melakukan, pengecekan, dan kemudian data tersebut memang benar adanya. Maka itu, Jokowi mempertanyakan mengapa daerah yang kekurangan beras tidak mengambil pasokan dari Merauke yang harganya masih murah. Disebutkan bahwa masalahnya terletak pada sisi transportasi yang mahal.

Baca Juga: Jokowi: Inflasi di RI 4,9%, Jauh di Bawah Negara Maju 9%

"Kemarin saya sampaikan kepada Menteri Dalam Negeri, transportasi itu mestinya anggaran tak terduga bisa digunakan, untuk menutup biaya transportasi di barang-barang ya ada, dan saya sudah perintahkan kepada Mendagri untuk mengeluarkan surat keputusan atau edaran yang menyatakan bahwa anggaran tidak terduga bisa digunakan untuk menyelesaikan inflasi di daerah. Gunakan untuk itu tadi, biaya transport, biaya distribusi," tandas Jokowi.

Dia mengatakan, ini merupakan bentuk kerja lapangan yang seharusnya dimengerti dan dipahami semua TPIP dan TPID, terkait barang-barang mana yang menjadi masalah karena momok semua negara saat ini adalah inflasi.

"Coba lihat sekarang, inflasi kita tadi disampaikan Pak Gubernur BI di angka 4,94%. Lihat negara-negara lain, tinggi banget sudah, ada yang di atas 5%, ada yang sudah di angka 79%, Uni Eropa sudah 8,9%, AS 9,1% turun menjadi 8,5%. Ini momok semua negara tapi saya meyakini kalau kerja sama yang tadi saya sampaikan, provinsi kabupaten kota, gubernur hingga walikota, TPIP dan TPID semuanya kerja sama, rampung," pungkas Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini