Share

Pertamina Target Produksi Blok Rokan 170.000 Barel per Hari hingga Akhir 2022

Heri Purnomo, iNews · Kamis 18 Agustus 2022 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 320 2650042 pertamina-target-produksi-blok-rokan-170-000-barel-per-hari-hingga-akhir-2022-0nMiOlpOtR.jpg Target Produksi Blok Rokan. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menargetkan produksi minyak sebanyak 170.000 barel per hari (bph) hingga Desember 2022. Target tersebut merujuk pada tren positif PHR selama ini

Direktur Utama PHR Jaffee A Suardin mengatakan, rata-rata produksi minyak di blok rokan mencapai 158 ribu bph, dan untuk rata-rata produksi per Juli 2022 rata-ratanya mencapai 161 ribu bph.

Baca Juga: Capaian Pertamina Setelah Satu Tahun Ambil Alih Blok Rokan

"Mudah-mudahan nanti Desember kami berdiskusi lagi, Rokan sudah bisa menembus 170 (ribu bph), sekarang rata-rata kami di 162,5 ribu bph di Agustus. Di Juli 161 (ribu bph), jadi dari Juli ke Agustus sudah naik" kata Jaffee dalam webinar "Capaian dan Tantangan Satu Tahun Blok Rokan oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR)” yang diadakan ReforMiner Institute, Kamis (19/8/2022).

"Dengan kenaikan dari Juli ke Agustus tersebut mudah-mudahan kita bisa teruskan dan nantinya bisa menembus ke 170 ribu bph dan bisa terus lagi kedepan," tambahnya.

Baca Juga: Anak Usaha Pertamina Butuh Rp29,7 Miliar untuk Bor Sumur di Rokan

Jaffe mengatkan bahwa dalam angka produksi hal tersebut dapat dilihat dari effort, dirinya menyatakan angka produksi merupakan hasil dari sebuah effort yang tinggi.

Dalam hal ini pihak terus melakukan penambahan jumlah rig pengoboran yang sudah ada maupun sumur yang baru. PHR menargetkan pada Oktober-November menjadi 27 rig dari sebelumnya 21 rig.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

"Minimal setiap rig yang siap bekerja, harus ada dua lokasi yang sudah siap untuk dikerjakan, nah bayangkan nanti ada 27 rig yang didepannya sudah aada dua sumur lagi yang sedang dikerjakan," katanya.

"Jadi untuk target 2023 jumlah rig masih sama seperti Oktober-November, segingga harapannya, dari 1 Januari 2023 hingga akhir tahun hanya tinggal eksekusi saja, dan tidak lagi menunggu rig, karena hal itu akan berpengaruh terhadap peningkatan produksi," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini