Share

Tifico Fiber (TFCO) Cetak Pendapatan Rp1,7 Triliun di Semester I-2022

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 278 2651026 tifico-fiber-tfco-cetak-pendapatan-rp1-7-triliun-di-semester-i-2022-GRBcGNliAB.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) mencatatkan pendapatan sebesar USD120,72 juta di semester I-2022. Nilai tersebut setara Rp1,79 triliun (asumsi kurs akhir tanggal pelaporan Rp14.848).

Realisasi pemasukan produsen polyester fiber itu meningkat 24,03%, dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai USD97,33 juta.

Produk staple fiber menyerap pendapatan terbesar TFCO sebanyak USD71,75 juta, disusul filament yarn USD27,87 juta, chip USD19,80 juta, dan RCL senilai USD1,2 juta.

 BACA JUGA:Waskita Beton Precast (WSBP) Catat Pendapatan Rp744 Miliar, Tumbuh 81%

Berdasarkan keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/8/2022), pasar domestik masih mendominasi penjualan TFCO sebanyak USD94,55 juta, dibandingkan ekspor senilai USD26,17 juta.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok TFCO membengkak 28,88% menjadi USD112,99 juta. Sebagian besar berasal dari kenaikan biaya pemakaian bahan total senilai USD95,24 juta, dan pabrikasi sejumlah USD20,21 juta.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Beban umum-administrasi TFCO juga naik 7,17%, meskipun biaya penjualan menyusut 8,40%. Namun, perseroan mampu mencatatkan kenaikan atas pendapatan operasi lain-lain mencapai USD1,20 juta.

Posisi tersebut, membuat laba bersih TFCO di paruh pertama tahun 2022 ini menyusut 26,67% menjadi USD4,40 juta atau setara Rp65,44 miliar (kurs Rp14.848).

Dengan demikian, laba per saham dasar TFCO turun menjadi USD0,0009 dari semula USD0,0012.

Neraca perseroan per 30 Juni 2022 menunjukkan nilai aset sebanyak USD338,64 juta, atau meningkat 1,16% dari akhir 2021.

Kewajiban pembayaran/liabilitas menyusut tipis 1,61% menjadi USD31,18 juta, sedangkan modal/ekuitas tumbuh 1,45% senilai USD307,45 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini