Share

Gotong Royong Bangun Negara, Orang Miskin Tak Perlu Bayar Pajak

Michelle Natalia, Sindonews · Jum'at 19 Agustus 2022 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 320 2650517 gotong-royong-bangun-negara-orang-miskin-tak-perlu-bayar-pajak-EYJ7VY7mLf.png Gotong Royong Bayar Pajak. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terus mensosialiasikan bahwa pajak menjadi tulang punggung dan pondasi perekonomian suatu negara dan memiliki peranan yang sangat penting untuk menciptakan keamanan, pertahanan, serta kepastian bagi negara dan warga negaranya.

“Jadi (pajak) sebenarnya adalah instrumen gotong royong. Bagi mereka yang miskin dan tidak mampu tidak membayar pajak, diberi bantuan dan dukungan oleh pemerintah agar mereka bisa bangkit lagi. Bagi mereka yang mampu dan memiliki daya ekonomi, membayar pajak sesuai dengan kewajibannya. Itulah prinsip gotong royong membangun negara,” terang Sri, di acara Pajak Bertutur 2022 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga: NIK Resmi Jadi NPWP, Nomor Pokok Wajib Pajak yang Lama Bagaimana?

Dalam kesempatan tersebut, Sri juga menjelaskan upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan pajak, di antaranya melalui berbagai langkah reformasi perpajakan dan kemampuan mengatur transaksi ekonomi secara elektronik.

“Ini semua dilakukan agar kita mampu menyehatkan kembali keuangan negara sesudah lebih dari 2 tahun bekerja luar biasa keras melindungi rakyat, melindungi ekonomi, serta memulihkan perekonomian kita,” ungkap Sri.

Baca Juga: Cara Membayar dan Lapor Pajak Online

Lebih lanjut, Sri mengatakan bahwa rakyat Indonesia bersama dengan pemerintah, dan dunia usaha memiliki tanggungjawab yang sama penting dalam menjaga dan mendorong perekonomian Indonesia. Untuk itu, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai perpajakan, terutama bagi generasi muda melalui program inklusi kesadaran pajak.

“Program ini bertujuan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia cerdas dan sadar pajak,” terangnya.

Sri juga menerangkan salah satu bentuk dari program inklusi kesadaran pajak adalah melalui pendekatan kepada dunia pendidikan.

“Saya berterima kasih kepada seluruh kementerian dan lembaga yang terus mendukung upaya Indonesia untuk membangun dan mewujudkan penerimaan pajak yang baik, termasuk melakukan edukasi dan bertutur pajak, serta menceritakan bagaimana pentingnya dan manfaat pajak bagi bangsa bagi negara bagi perekonomian dan khususnya bagi generasi muda,” ungkap Sri.

Untuk itu, dia berpesan kepada para peserta Pajak Bertutur untuk dapat meraih cita-citanya dengan terus belajar dan berinvestasi dalam bentuk pendidikan sebagai rantai estafet dalam mengisi kemerdekaan.

“Belajar, belajar, dan belajar. Anda semua adalah generasi muda. Masa depan ada ditangan anda bukan di pihak lain. Kuasai ilmu pengetahuan. Asah dan terus bentuk karakter anda menjadi generasi yang bisa diandalkan oleh keluarga dan bangsa Indonesia," tutup Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini