Share

Indonesia Raih Penghargaan karena Swasembeda Beras 3 Tahun Berturut-turut, KSP: Ini Apresiasi pada Petani Kita

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Jum'at 19 Agustus 2022 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 320 2650595 indonesia-raih-penghargaan-karena-swasembeda-beras-3-tahun-berturut-turut-ksp-ini-apresiasi-pada-petani-kita-daVJNGPT5L.jpg RI Raih Penghargaan IRRI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia mendapat penghargaan dari pusat penelitian beras dunia, International Rice Research Institute (IRRI). Penghargaan diberikan karena Indonesia selama tiga tahun mampu mencapai swasembada beras secara berturut-turut.

Deputi Ill Kepala Staf Presiden Panutan S Sulendrakusuma mengatakan penghargaan ini sebagai pengakuan dari kerja keras para petani Indonesia.

"Jadi ini adalah salah satu apresiasi yang datang dan lembaga internasional yang sangat bergengsi memberikan apresiasi yang diutamakan kepada para petani kita," ujar Sulendrakusuma dalam acara Market Review IDX Channel, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga: Jokowi Senang Harga Beras di RI Paling Murah, Ini Datanya

Lanjut dia menjelaskan, pencapaian ini selain berkat kerja keras para petani, namun juga dari aspek pemerintah dan stakeholder.

Adapun upaya dari pemerintah dan stakeholder yaitu fokus mengembangkan infrastruktur, varietas unggul atau benih unggul, dan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.

"Jadi kami sangat bersyukur bahwa kerja keras seluruh elemen bangsa mulai dari petani, pemerintah, dan stakeholder yang lain ternyata membuahkan hasil dan dibuktikan dengan apresiasi dari IRRI," ungkap Sulendrakusuma.

Baca Juga: Presiden Jokowi Pamer 3 Tahun RI Tak Lagi Impor Beras

Dia merinci, hal konkret yang sudah dilakukan pemerintah sampai pada akhirnya mendapat apresiasi tersebut, pada 2021 pemerintah membentuk kelembagaan baru yakni Badan Pangan Nasional yang di bentuk pada Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021.

Badan ini berfungsi sebagai lembaga yang mengkoordinasikan, merumuskan serta menetapkan kebijakan ketersediaan pangan, stabilisasi pasokan, harga pangan, penganekaragaman dan keamanan pangan.

"Jadi sistem ketahanan pangan ini di kita sekarang sudah didukung oleh satu kelembagaan tersendiri," jelas Sulendrakusuma.

Kemudian, dari sisi penguatan sumber daya manusianya, yakni petani itu sendiri, Presiden telah mengeluarkan Perpres Nomor 35 Tahun 2022 yang memperkuat fungsi penyuluhan pertanian.

"Kan pelaku sistem ketahanan pangan ini terutama adalah petani dan petani kita di pastikan didampingi oleh para penyuluh petani yang kompeten," terangnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Guna menjaga Swasembada beras ini terus berlanjut, Sulendrakusuma memaparkan bahwa pemerintah akan mengembangkan lagi infrastruktur seperti bendungan, embung, dan jaringan irigas. Kemudian pengembangan benih unggul yang cocok untuk daerah daerah tertentu serta meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.

Selain itu, pemerintah juga tengah memperbaiki penyaluran subsidi pupuk. Sebab, kata dia, ini dapat menurunkan biaya dari petani sambil petani meningkatkan produktivitas nya. Adapun startegi terakhir, mempererat kerjasama antar daerah.

"Kadang-kadang kan pengaruh faktor cuaca membuat daerah tertentu misalnya sedikit berkurang panennya tapi daerah lain surplus, itu kemarin sudah di perintahkan oleh bapak presiden biaya logistik untuk mengalihkan biaya dari daerah surplus kepada daerah yang kekurangan itu bisa menggunakan dana tidak terduga," tandas Deputi Ill Kepala Staf Presiden.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini