Share

Harga BBM Akhirnya Naik demi Tekan Subsidi Rp502 Triliun

Antara, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 320 2650792 harga-bbm-akhirnya-naik-demi-tekan-subsidi-rp502-triliun-r5R0P3LXBT.jpg Harga BBM Bakal Naik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, kenaikan harga BBM jenis pertalite dan solar menjadi satu dari sejumlah strategi untuk bisa menekan beban subsidi.

"Subsidi kita kemarin Rp502 triliun, kita berharap kita bisa tekan ke bawah," kata Luhut dalam acara Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, yang dipantau secara daring dari Jakarta, Jumat (19/8/2022).

BACA JUGA: Harga BBM Akan Naik Minggu Depan, Menko Luhut: Tak Mungkin Lagi Dipertahankan 

Menekan beban subsidi bisa juga dengan pengurangan mobil-mobil berbahan bakar fosil dengan kendaraan listrik, dan implementasi B40.

"Tadi dengan pengurangan mobil-mobil combustion, diganti dengan listrik, kemudian B40, serta menaikkan harga pertalite yang kita subsidi cukup banyak dengan solar," katanya.

Dia pun meminta masyarakat untuk bersiap untuk kemungkinan adanya kenaikan harga BBM. Pasalnya, pemerintah juga harus menekan terus meningkatnya beban subsidi di APBN.

"Karena bagaimanapun, tidak bisa kita pertahankan demikian. Jadi tadi, mengurangi pressure (tekanan) ke kita karena harga crude oil (minyak mentah) naik, itu kita harus siap-siap," pintanya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga BBM pada minggu depan. Sinyal kenaikan harga BBM ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Menurut Luhut, Presiden Jokowi telah mengindikasikan bahwa pemerintah tidak bisa terus mempertahankan harga solar dan pertalite di harga saat ini.

"Itu modelling ekonominya saya kira sudah dibuat, nanti mungkin minggu depan Presiden akan mengumumkan mengenai apa, bagaimana, mengenai kenaikan harga ini. Jadi Presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan terus demikian, karena kita harga BBM termurah se-kawasan ini. Kita jauh lebih murah dari yang lain dan itu beban terlalu besar kepada APBN kita," kata Luhut

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini