Share

Harga Minyak Dunia di Minggu Ini Anjlok 1,5%

Antara, Jurnalis · Sabtu 20 Agustus 2022 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 20 320 2651093 harga-minyak-dunia-di-minggu-ini-anjlok-1-5-AXmG6cPWpd.jpg Harga Minyak Mentah Turun. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak berjangka naik tipis di akhir transaksi Jumat. Namun dalam minggu ini, harga minyak tercatat alami penurunan karena dolar AS yang lebih kuat dan kekhawatiran perlambatan ekonomi dapat melemahkan permintaan minyak mentah.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September bertambah 27 sen atau 0,3% menjadi USD90,77 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 13 sen atau 0,1% menjadi ditutup pada USD96,72 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga: Konsumsi BBM Meningkat, Harga Minyak Naik 3%

Di minggu ini, patokan minyak mentah AS turun 1,4%, sementara Brent turun 1,5% berdasarkan kontrak bulan depan. Harga minyak turun 1,5% untuk minggu ini karena kegelisahan resesi.

Minyak sempat melonjak di tengah komentar Presiden Federal Reserve Richmond, Thomas Barkin yang mengatakan dorongan untuk menaikkan suku bunga juga perlu diimbangi dengan dampak kenaikan suku bunga terhadap perekonomian.

Baca Juga: Harga Minyak Rebound, Brent Dibanderol USD93,6/Barel

Tetapi minyak mentah memangkas kenaikannya karena kekhawatiran investor tentang kenaikan suku bunga yang akan datang menetap kembali.

Penguatan dolar AS mencapai level tertinggi lima minggu pun membatasi kenaikan minyak mentah karena membuat minyak lebih mahal bagi pembeli dalam mata uang lain.

"Meskipun kompleks minyak telah mampu mengabaikan dolar yang kuat pada setiap sesi tertentu, tren dolar yang kuat yang diperpanjang akan menimbulkan hambatan besar terhadap kenaikan harga minyak yang berkelanjutan," Penasihat Perdagangan Minyak Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch, dikutip dari Antara, Sabtu (20/8/2022).

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Haitham Al Ghais, mengatakan kepada Reuters bahwa dia optimis tentang permintaan minyak hingga 2023.

Al Ghais pun ingin memastikan Rusia tetap menjadi bagian dari kelompok OPEC+, menjelang pertemuan 5 September.

Pasokan bisa diperketat lagi ketika pembeli Eropa mulai mencari pasokan alternatif untuk menggantikan minyak Rusia menjelang sanksi Uni Eropa yang berlaku mulai 5 Desember.

"Kami menghitung Uni Eropa perlu mengganti 1,2 juta barel per hari impor minyak mentah Rusia melalui laut dengan minyak mentah dari wilayah lain," kata konsultan FGE dalam sebuah catatan.

Data awal pekan ini menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun tajam karena produsen utama dunia itu mengekspor rekor 5 juta barel minyak per hari pekan lalu, dengan perusahaan-perusahaan minyak mendapat permintaan dari negara-negara Eropa yang ingin menggantikan minyak mentah Rusia.

Namun, jumlah rig minyak AS, indikator awal pasokan masa depan, tidak berubah pada 601 rig minggu ini, menurut Baker Hughes Co, karena perusahaan-perusahaan energi perlahan-lahan meningkatkan produksi ke tingkat pra-pandemi dengan produksi minyak serpih pada September diperkirakan akan mencapai level tertinggi sejak Maret 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini