Share

Adu Kekayaan Bos Indomaret vs Alfamart, Siapa Paling Sultan?

Rina Anggraeni, Okezone · Sabtu 27 Agustus 2022 20:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 27 455 2655826 adu-kekayaan-bos-indomaret-vs-alfamart-siapa-yang-paling-sultan-WusU9yjaO8.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA-Adu kekayaan bos Indomaret vs Alfamart menarik untuk diulas. Indomaret dan Alfamart menjadi dua ritel yang bersaing secara berdekatan bahkan samping-sampingan. Kedua bisnis tersebut ternyata dimiliki miliarder di Indonesia.

Keduanya adalah Anthony Salim sebagai pemilik Indomaret dan Djoko Susanto sebagai bos Alfamart. Hartanya tentu tidak main-main yang nilainya pasti fantastis.

Adu kekayaan bos Indomaret vs Alfamart telah mempunyai lebih dari 16.000 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adapun kekayaan Anthony Salim sebagai pemilik Indomaret dan Djoko Susanto sebagai bos Alfamart terbilang fantastis. Indomaret dan Alfamart juga selalu berkompetisi dari segi harga maupun diskon.

Dilansir Forbes, kekayaan anthony salim mencapai USD8,5 miliar atau setara Rp126,7 triliun (kurs Rp14.912 per USd). Selain Grup Salim, dirinya juga menjadi CEO Indofood, salah satu perusahaan pembuat mi instan terbesar di dunia.

Keluarga Salim memiliki saham di perusahaan investasi yang terdaftar di Hong Kong, First Pacific, yang memiliki aset sebesar USD27 miliar di enam negara.

Sementara itu, Bos Alfamart, Djoko Susanto memiliki harta USD3,2 miliar atau setara Rp47 triliun. Djoko Susanto merupakan pendiri Alfamart yang memiliki lebih dari 18.000 toko di seluruh Indonesia.

Saat ini pengelolaan Alfamart dilakukan oleh edua anak Djoko yakni Feny Djoko Susanto sebagai Presiden Komisaris, dan Budi Djoko Susanto sebagai Komisaris.

Divisi propertinya Alfaland mengoperasikan Omega Hotel Management di seluruh Indonesia. Keenam dari 10 bersaudara, Djoko mulai mengelola warung makan sederhana milik orang tuanya di sebuah pasar tradisional di Jakarta pada usia 17 tahun.

Dia kemudian bermitra dengan taipan rokok kretek Putera Sampoerna untuk membuka kios serupa dan kemudian jaringan supermarket diskon.

Ketika Putera menjual bisnis rokoknya ke Phillip Morris pada 2005, Susanto membeli bisnis ritel tersebut dan mengembangkannya menjadi rantai Alfamart.

(RIN)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini