Share

Intip Bisnis Pertemanan Virtual, Tawarkan Sleep Call hingga Raup Cuan Menggiurkan

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 06 September 2022 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 455 2661663 intip-bisnis-pertemanan-virtual-tawarkan-sleep-call-hingga-raup-cuan-menggiurkan-mD8e1pX4cP.JPG Bisnis pertemanan virtual. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Pertemanan virtual kini dijadikan peluang bisnis yang menarik dengan menyasar ke generasi milenial atau generasi Z.

Diketahui, media sosial (medsos) membuat banyak orang menjalin pertemanan virtual, tanpa memperhitungkan jarak geografis.

Dikutip VOA Indonesia, Layanan pertemanan virtual pun bermunculan untuk mengusir kesepian atau sekedar menawarkan perasaan nyaman.

 BACA JUGA:Dari Hobi Ikan Hias Jadi Ladang Uang, Yuk Coba Bisnis Ikan Arwana Super Red

Tapi, tentu saja ada risiko yang mesti dicermati pengguna jasa ini.

Mahasiswa Yogyakarta bernama Illala Ridya Indriyani atau akrab disapa Atha ini menangkap peluang bisnis teman virtual.

Dia tidak mengira persoalan pribadi yang dihadapinya menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Di mana dia dulu menjalin pertemanan virtual dengan seseorang. Mereka kerap berkomunikasi via telepon menjelang tidur.

Setelah pertemanan itu putus membuatnya tak bisa tidur.

Kemudian, temannya mengusulkan agar ia membuka layanan sleep call. Tujuannya untuk membantu orang yang kesulitan tidur dan kesepian.

Awalnya, dia tak menanggapi usulan itu, tapi setelah melihat-lihat media sosial seperti Facebook, TikTok dan Instagram, layanan itu ternyata cukup banyak ditawarkan.

Melalui akun Instagram, urvirtual.needs, sejak awal tahun 2021, ia membuka layanan sleep call.

Dia bahkan langsung kebanjiran pelanggan dalam waktu hitungan hari saja.

Dia mengatakan kalau hal itu sampai membuat kewalahan.

Sehingga dia pun mempekerjakan puluhan orang yang disebutnya talent dan kini mereka melayani ratusan pelanggan.

“Jumlah talent laki-laki kini 30 orang sementara yang perempuan 11 orang. Kami juga sedang sibuk mencari talent-talent baru karena ada banyak talent yang sudah sibuk sekali sehingga tidak bisa mengambil job baru,” ucapnya dikutip VOA Indonesia.

Menurutnya, rentang demografi pengguna jasanya adalah 16 hingga 35 tahun.

“Anak sekolah dan anak kuliahan umumnya hanya butuh teman saja. Tapi untuk mereka yang sudah kerja, mereka butuh teman curhatan yang bisa memberi mereka solusi atau masukan terkait kerjaan atau lingkungan tempat kerja,” jelasnya.

Tidak hanya jumlah pelanggan urvitual.needs yang bertambah, tapi juga jenis layanannya.

“Tidak hanya sleep call, kami juga menawarkan love call, chatting, alarm, teman cerita dan juga virtual partner. Yang tidak kami sediakan adalah video call, untuk menjamin privasi talent dan juga klien kami,” katanya.

Untuk biaya yang dipatok dari sleep call tengah malam hingga pukul 2 pagi, biayanya Rp35.000, sementara dari 11 malam hingga 2 pagi Rp55.000. Untuk love call Rp25.000 per jam; chatting Rp 30.000 per hari; dan teman virtual Rp50.000 per hari.

Kemudian, pelanggan bernama Sinta (nama samaran) mengungkapkan kalau setiap akhir pekan dia memanfaatkan layanan teman virtual, khususnya sleep call.

“Wah kalau nggak, saya pasti kesepian. Saya orangnya tertutup. Mamah dan papah selalu sibuk. Nggak punya waktu. Saya butuh teman curhat, teman ngobrol. Kalau nggak saya nggak bisa tidur. Teman yang saya bisa cerita apa saja,” ungkap Sinta.

Namun, saat ditanya apakah dia pernah merasa seperti jatuh cinta pada salah satu teman virtualnya, Sinta tidak bersedia menjawab.

Dia mengatakan hanya merasa seperti diistimewakan saat berbicara dengan teman virtual langganannya itu dan sempat ingin bertemu langsung.

Adapun Altha menambahkan kalau timbulnya perasaan memang tidak jarang mewarnai jalinan pertemanan virtual. Tapi, dia punya strategi untuk mencegahnya.

“Pengalaman romantis pasti ada. Klien kan bisa request untuk dijadikan teman atau pacar. Tentunya itu virtual. Untuk mengatasinya, kita tegakkan aturan agensi. Setelah menyelesaikan job mereka, nomor telepon klien harus diblokir, dan history chat dan telepon harus dihapus. Mereka juga punya kewajiban melapor pada saya apakah mereka sudah menyelesaikan job dengan baik dan sudah tidak berbincang lagi dengan klien,” jelasnya.

Adapun bisnis ini langsung ditanggapi oleh psikolog Azizatul Adni, pendiri Bale Psikolog, sebuah layanan konseling di Lombok Timur.

Dia mengatakan perkembangan ini muncul karena memang ada permintaan.

“Pada dasarnya ini memenuhi kebutuhan dasar manusia. Sebagai manusia kita membutuhkan interaksi. Dulu, secara tradisional kita melakukan interaksi secara langsung. Seiring berjalannya waktu, teknologi memberi kita dukungan untuk menjalin hubungan dengan orang yang secara geografis tidak dekat dengan kita,” bebernya.

Menurutnya, interaksi dengan orang yang berjauhan itu memiliki manfaat positif. Seseorang bisa mempelajari budaya baru atau melihat berbagai hal dengan perspektif yang berbeda.

Dia pun mengingatkan ada juga risiko yang mesti diperhitungkan ketika menjalin pertemanan virtual.

Di mana seorang teman virtual seringkali menyembunyikan kepribadian yang sesungguhnya karena memang tidak eksis secara kasat mata.

Apalagi jika punya niat buruk, katanya, ini bisa membahayakan. Seseorang bisa juga menjadi lebih terbuka kepada teman virtual ketimbang teman sesungguhnya. Pendek kata, ia bisa mengungkapkan segala sesuatu apa adanya karena teman virtual pada prinsipnya tidak ada di hadapannya dan pada akhirnya bisa menjadi pihak yang mudah dipermainkan teman virtual.

“Sebaiknya setting boundaries. Kenali kebutuhannya apa. Kalau kemudian mengarah ke perilaku yang tidak sehat, ada baiknya mengakses layanan profesional terkait kondisi psikologis kita,” harapnya.

Untuk kaitan sleep call dengan gangguan tidur, dia menjawab kalau masih belum ada penelitian yang berfokus pada manfaat klinis dari sleep call.

Dia juga tidak dapat merekomendasikan layanan tersebut untuk orang-orang yang memiliki masalah tidur.

Hal itu karena dia pernah merawat pasien dengan memanfaatkan sleep call sebagai metode terapi.

"Hingga saat ini belum ada perhatian khusus yang diberikan terkait dengan fenomena sleep call," pungkasnya.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini