Share

Ditarik Singapura, Ternyata Ada Orang Terkaya Dunia dalam Bisnis Kecap-Saus ABC

Tim Okezone, Okezone · Rabu 07 September 2022 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 455 2662688 ditarik-singapura-ternyata-ada-orang-terkaya-dunia-dalam-bisnis-kecap-saus-abc-KSOLOPPFph.jpg Orang Terkaya Dunia dalam Bisnis Kecap-Saus ABC (Foto: Instagram Kecap Manis ABC)

JAKARTA - Sosok pemilik yang berada di dalam bisnis kecap manis dan saus sambal ABC akan diulas dalam artikel ini. Ternyata ada orang terkaya di dunia dalam bisnis kecap manis dan saus sambal ABC.

Badan Pangan Singapura (Singapore Food Agency/SFA) menarik tiga produk makanan. Dua di antara tiga produk makanan tersebut adalah dua produk bumbu keluaran PT Heinz ABC Indonesia, asal Indonesia yakni Kecap Manis ABC, dengan tanggal kedaluwarsa 26 Juni 2024, dan diimpor oleh New Intention Trading Co dan ABC Sambal Ayam Goreng Saus yang memiliki tanggal kadaluwarsa 6 Jan 2024 dan diimpor oleh Distributor Arklife.

Lalu siapa pemilik bisnis kecap manis dan saus sambal ABC? Berikut ulasannya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Awal mulanya, bisnis kecap manis dan saus sambal ABC ini bermula dari usaha keluarga yang didirikan oleh dua bersaudara yaitu Chandra Djojonegoro alias Chu Sam Yak dan Chu Sok Sam di Medan pada 1948.

Baca Juga: Saus dan Kecap ABC Ditarik Badan Pangan Singapura, Kenapa?

Berkat usahanya dalam memperluas jangkauan produk ABC, perusahaannya berhasil menguasai 60 hingga 70 persen pangsa pasar baterai nasional.

Tidak puas sampai di situ, dia melebarkan sayapnya ke segmen makanan dengan mendirikan CV Central Foods Industrial Corporation atau Central Food.

Awalnya, perusahaan ini mengeluarkan produk andalan kecap manis ABC, kemudian bertambah variasi produknya, yakni Sirup ABC, Saus Tomat ABC dan Sambal ABC. Pada 1980, produk-produk itu diekspor ke Amerika, Kanada, Australia, Singapura, Timor Leste dan negara lainnya.

Kemudian, H.J. Heinz menguasai 65% saham perusahaan ABC Central Food Industry. Nama perusahaan pun yang semula PT ABC Central Food Industry berubah menjadi PT Heinz ABC Indonesia. Heinz Company yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Nama perusahaan tersebut diambil dari nama pendirinya Henry John Heinz.

H.J. Heinz adalah produsen saus dan bahan makanan terbesar di dunia. Heinz yang didirikan pada 1869 telah memiliki 57 jenis produk dan menguasai 150 merk dan memasarkannya di 200 negara.

Di Indonesia, H.J. Heinz dikenal sebagai pemilik merek kecap, sirup dan saus ABC. Heinz mengakusisi ABC dari PT ABC Central Food Industry pada Februari 1999. Untuk membeli 65% saham ABC, Heinz merogoh kocek USD70 juta. Heinz pun menjadi induk usaha perusahaan kecap manis ABC, PT Heinz ABC Indonesia.

Selanjutnya, pada medio 2013, salah satu orang terkaya di dunia Warren Buffett mengakuisisi H.J Heinz, produsen saus dan bahan makanan senilai USD28 miliar atau sekitar Rp 270 triliun.

Melalui Berkshire Hathaway, Warren Buffett menggandeng 3G Capital dalam transaksi ini. Dua perusahaan itu membelanjakan dana masing-masing USD4,4 miliar. Kekurangannya ditomboki oleh pinjaman dari JPMoran Chase dan Wells Fargo.

Bekshire dan 3G membeli saham Heinz seharga USD60,48 per lembar, 20 persen di atas harga penutupan Wall Street pada 13 Februari 2013. Para pemegang saham Heinz pun bakal memperoleh dana tunai USD72,50 per lembar saham.

"Heinz sebagai merk paling terpandang dalam industri makanan," ujar Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) Heinz, William R Johnson.

Sekadar informasi, Badan Pangan Singapura disebutkan melakukan penarikan tiga produk setelah SFA menemukan komponen alergen yang mana tidak disebutkan di dalamnya.

Produk Saus Sambal Ayam Goreng ABC disebutkan ternyata juga mengandung asam benzoat, yang mana ini tidak tercantum pada label kemasan makanan.

Baik tingkat sulfur dioksida dan asam benzoat yang terdeteksi berada dalam tingkat maksimum yang diizinkan dalam saus.

Terkait dengan adanya penemuan ini, pihak SFA telah memberitahu pihak importir untuk menarik produk yang dimaksud. Penarikan produk sendiri, diketahui berlangsung pada Selasa, 6 September lalu saat berita ini dirilis SFA ke publik.

Secara umum, alergen ini disebut memang tidak menimbulkan masalah keamanan pangan bagi konsumen. Tetapi, bisa mengakibatkan reaksi alergi pada orang-orang tertentu yang sensitif terhadap komponen tersebut.

Sejauh ini, untuk para konsumen yang telah terlanjur membeli produk-produk yang diperintah untuk ditarik tersebut dan memiliki alergi terhadap alergen. SFA mengimbau untuk tidak mengonsumsi tiga produk tersebut.

Sebagai informasi, di bawah Peraturan Makanan Singapura, semua produk makanan yang mengandung bahan yang diketahui menyebabkan hipersensitivitas harus dicantumkan pada label kemasan untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Aturan ini tak terkecuali, berlaku termasuk untuk makanan jenis prepackaged foods (makanan yang dikemas sebelumnya), semua bahan harus disebutkan pada label produk dalam urutan menurun dari proporsi berat yang ada.

Selain dua produk saus keluaran ABC, pada saat yang bersamaan, SFA juga menarik produk makanan wafer yakni Fukutoku Seika Soft Cream Wafers yang ditemukan memiliki putih telur serta tepung terigu. Wafer ini sendiri diketahui memiliki tanggal kadaluarsa 20 April 2023 yang diimpor oleh Sinhua Hock Kee Trading.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini