Share

Pembangunan KEK Kesehatan di Bali Lamban, Erick Thohir Ungkap Biang Keroknya

Suparjo Ramalan, iNews · Jum'at 09 September 2022 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 470 2664268 pembangunan-kek-kesehatan-di-bali-lamban-erick-thohir-ungkap-biang-keroknya-AcxLmJ0Ffy.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Kementerian BUMN mengakui ada keterlambatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali.

Perkaranya, izin KEK baru diterbitkan otoritas terkait dua pekan lalu.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan pembangunan Rumah Sakit Internasional Bali atau Bali International Hospital tidak dapat dilakukan bila izin KEK-nya belum diterbitkan.

Padahal, peletakan baru pertama atau groundbreaking sudah dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada November 2021 lalu.

 BACA JUGA:Erick Thohir Pamer Kekuatan BUMN di DPR, Aset Hampir Rp9.000 Triliun!

"Kenapa ada keterlambatan, kita bisa jujur, memang izin daripada KEK ini baru keluar 2 minggu lalu. Sedangkan kita sudah menaruh batu pertama waktu itu, November 2021," ujar Erick, Jumat (9/9/2022).

Dengan diterbitkan izin KEK, lanjut Erick, pembangunan infrastruktur dasarnya akan rampung pada November tahun ini.

Target ini lantaran infrastruktur dasar KEK sudah dilakukan, meski izin pembangunan Bali International Hospital belum diterbitkan saat itu.

"Insya Allah November ini infrastruktur dasar KEK Sanur ini akan tuntas, November ini, karena kita tau 2 juta masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri dengan pemborosan Rp 99 triliun. Ya salah salah satunya kita harus membuat Kawasan Rkonomi Khusus Kesehatan ini," jelasnya.

Erick mencatat, Bali International Hospital akan menjadi rumah sakit BUMN pertama bertaraf internasional.

Sekaligus destinasi wisata kesehatan bagi warga Indonesia dan wisatawan mancanegara.

Dia juga meyakini keberadaan RS pelat merah itu tersebut mampu menekan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang setiap tahunya bepergian ke luar negeri untuk mendapat pelayanan kesehatan di negara tujuan.

"Bismillah, semoga pembangunan Bali International Hospital berjalan dengan lancar," bebernya.

Pemerintah pun menggandeng institusi medis nirlaba atau kelompok riset medis dunia, Mayo Klinik sebagai penasehat (advisor).

RS ini disiapkan untuk menjadi one stop health services bertaraf internasional.

Alasan pemerintah menggandeng Mayo Klinik guna mewujudkan kesehatan sebagai kekuatan baru di Indonesia.

Dengan begitu, masyarakat tidak lagi pergi ke luar negeri untuk memperoleh pengobatan medis dengan basis teknologi yang mumpuni.

Erick memastikan, Indonesia punya ekosistem yang kuat dengan mengundang rumah sakit-rumah sakit internasional untuk membuka kerjasama di bidang kesehatan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini