Share

Tenang! Penggunaan Kompor Listrik Tak Bikin Tagihan Membengkak

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 14 September 2022 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 320 2667547 tenang-penggunaan-kompor-listrik-tak-bikin-tagihan-membengkak-39uTIryP1k.JPG PLN. (Foto: PLN)

JAKARTA - PT PLN (Persero) membantah anggapan bahwa penggunaan kompor listrik atau induksi berdampak pada daya dan struktur tarif listrik pelanggan 450 volt ampere (VA).

Dampak tersebut berupa kenaikan daya dan tarif listrik pelanggan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo memastikan tidak ada perubahan daya atau kenaikan tarif saat menggunakan kompor listrik, khusus bagi pelanggan 450 VA.

 BACA JUGA:Cek Tarif Listrik per kWh yang Berlaku Hari Ini

"Untuk aplikasi dari kompor induksi ini, memang ada misinterpretasi di luar seakan bahwa kami ingin menaikan daya dan struktur tarif listrik yang ada di pelanggan- pelanggan kami, karena mereka 450 VA," ujar Darmawan saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (14/9/2022).

Dia menjelaskan kompor induksi menggunakan Miniature Circuit Breaker (MCB) jalur khusus.

Artinya tidak tersambung dengan pola konsumsi listrik dengan menggunakan struktur daya terpasang maupun golongan tarif yang lama.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

PLN juga membedakan tagihan listriknya, khususnya tagihan konsumsi rumah tangga sehingga kompor induksi tidak mempengaruhi struktur tarif listrik sebelumnya.

Di samping membantah anggapan tersebut, Darmawan memastikan biaya yang dikeluarkan saat menggunakan kompor induksi jauh lebih murah dibandingkan kompor LPG 3 kilogram.

"Khususnya tagihan untuk memasaknya, kemudian bisa membandingkan langsung dengan pengeluaran kompor LPG 3 kg. Misalnya rumah tangga 450 VA biasanya dua tabung, dua tabung Rp 18.000 x 2 adalah Rp 36.000, bisa dibandingkan dengan listriknya berapa biayanya," jelasnya.

Dia mencatat, harga keekonomian LPG 3 kg mencapai Rp 19.698.

Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM (Kepmen ESDM) bahwa harga subsidi LPG dilepas ke masyarakat dengan harga Rp4.250. Tetapi, ada rantai pasok yang dibayar masyarakat sebesar Rp5.250 per kg. Sehingga harga subsidi LPG 3 kg mencapai Rp15.448 per kg.

Sementara, harga keekonomian listrik Rp11.792.

Lalu, PLN menjual ke masyarakat dengan biaya listrik untuk memasak 1 kg ekuivalen senilai Rp4.530. Artinya, per kalori yang digunakan untuk memasak dibandingkan dengan LPG 3 kg akan lebih murah.

"Tadi ada kekhawatiran dari masyarakat kalau dayanya tambah, kemudian struktur golongan tarif listriknya juga digeser, itu sudah kami jawab juga bahwa itu tidak mengubah struktur tarif listrik bersubsidi baik itu 450 VA dan 900 VA di DTKS," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini