Share

Kisah Pelaku Usaha Bangkit Usai Barangnya Ludes akibat Gudang JNE Terbakar

Arif Budianto, Koran Sindo · Minggu 18 September 2022 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 18 455 2669948 kisah-pelaku-usaha-bangkit-usai-barangnya-ludes-akibat-gudang-jne-terbakar-NnOQtNpbnV.jpg Gudang JNE Kebakaran. (Foto: Okezone.com/MPI)

BANDUNG - Terbakarnya Gudang JNE di Depok lalu menyisakan cerita mendalam bagi para pemilik produk yang disimpan di gudang yang berada di Pekapuran tersebut.

Salah satunya Founder Prabu Indonesia Lisa Yumi. Dia mengaku seluruh produknya habis tak tersisa akibat musibah tersebut.

Prabu Indonesia adalah brand yang memproduksi produk kulit seperti sepatu dan dompet. Kendati baru tiga tahun berdiri, Prabu Indonesia telah banyak digandrungi konsumen karena produknya yang bagus dan berkualitas.

Baca Juga: 5 Fakta Gudang JNE di Depok Terbakar, Bagaimana Nasib Paket Kiriman?

Menurut Lisa, peristiwa pada Senin 12 September 2022 membuatnya kaget luar biasa. Informasi yang diterima pada pagi hari membuatnya panik.

"Kebakaran jam 4 subuh, dan kami baru diberitahu jam 6 pagi. Terus terang kami saat itu panik dan kaget. Karena semua barang kami dari sepatu, apparel, hingga dompet ludes seluruhnya, " cerita Lisa.

Ada sekitar 200 hingga 300 produk yang mestinya pada hari tersebut akan dikirim kepada customer. Sedangkan jumlah produk yang seluruhnya disimpan belum selesai didata. Begitupun jumlah kerugian yang diderita, saat ini sedang dalam proses penghitungan oleh tim Prabu Indonesia.

Baca Juga: Detik-Detik Gudang JNE Terbakar, Ledakan Hebat hingga Hawa Panas Terasa di Perumahan Warga

Namun, kata dia, usahanya yang baru dibangun tiga tahun dan berada dipuncak itu tak mau begitu saja lenyap akibat musibah tersebut. Dia bersama tim dan karyawannya berusaha saling menguatkan. Siang itu juga, dia mengaku langsung menggelar meeting untuk menentukan langkah ke depan.

"Banyak isu berkembang, bahwa gara-gara ini kami akan PHK seluruh karyawan, di sini kami tegaskan tidak ada. Kami terus berusaha agar tetap jalan. Walaupun salah satu yang menjadi tantangan kita adalah bagaimana menggaji karyawan, " jelas dia.

Hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan langkah lebih lanjut terkait apakah ada ganti rugi atau tidak dari pemilik gudang. Walaupun, pihaknya sudah menerima surat khusus dari JNE atas persoalan tersebut.

Hasil dari meeting dan upaya saling menguatkan itu, Prabu Indonesia memilih mengambil beberapa langkah untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya menawarkan kepada pembeli untuk refund atau preorder selama 30 hari.

"Ada yang refund, tapi mayoritas memilih preorder. Dan kami cukup terharu, dari beberapa yang preorder bahwa mereka tetap akan menunggu sepatu Prabu walaupun harus diproduksi terlebih dahulu. Kami sangat berterimakasih kepada pelanggan kami yang setia saat kami terkena musibah, " jelas dia.

Saat ini, kata dia, pihaknya terus berupaya menyelesaikan preorder costumer dengan jaminan 30 hari selesai. Salah satunya dengan menggenjot di lini produksi agar bisa memproduksi lebih banyak. Selain untuk kebutuhan preorder juga untuk menambah sedikit demi sedikit ketersediaan stok.

"Kami saat ini terus menggenjot produksi agar stok kami kembali pulih. Targetnya, akhir tahun ini penjualan kami sudah mulai normal kembali. Saat ini, customer bisa memesan melalui website kami dan Tokopedia, " imbuh dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini