Share

Melek Digital, Omzet Ratusan UMK Naik 10%

Dani Jumadil Akhir, Okezone · Selasa 20 September 2022 09:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 455 2671003 melek-digital-omzet-ratusan-umk-naik-10-eORjBU0ACX.jpg Ilustrasi UMK Melek Digital (Foto: Okezone)

JAKARTA – Omzet penjualan usaha mikro kecil (UMK) tercatat naik hingga 10% per bulan. Kenaikan omzet ini ditopang dengan digitalisasi yaitu memasarkan produk melalui marketplace Pasar Digital (PaDI) UMKM.

PaDI UMKM merupakan sebuah platform digital yang mendorong BUMN untuk bertransaksi dengan UMKM.

Selain itu, platform ini dapat memperluas dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan. Produk yang dijual diutamakan produk hasil karya dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) relatif tinggi. Transaksi pembayaran belanja dapat menggunakan virtual account.

BACA JUGA: 42 BUMN Terlibat dalam PaDi UMKM, Apa Untungnnya bagi Pengusaha? 

Vice President CSR & SMEPP Pertamina Fajriyah Usman mengungkapkan Pertamina terus mendorong UMK binaan untuk tergabung dalam platform digital PaDI UMKM. Dia berharap UMK beperan dalam pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

“Pandemi menyebabkan tingkat kesejahteraan masyarakat turun drastis, banyak yang terkena efisiensi hingga terhentinya usaha. Pertamina mendorong UMK untuk tumbuh dan berpedan dalam pemulihan ekonomi,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Menurut Fajriah, penerbitan Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah membuka peluang bagi UMK dan koperasi untuk mengikuti pengadaan pemerintah hingga Rp15 miliar. Peluang bagi UMK semakin besar karena pemerintah mengeluarkan kebijakan yang meminta 40% pengadaan barang dan jasa pemerintah dan BUMN menggunakan produk dalam negeri.

“Dua kebijakan ini mendorong industri bisa tumbuh, memberi lapangan pekerjaan yang banyak, dan tentunya mensejahterakan masyarakat. Hadirnya PaDI UMKM tentunya dapat merealisasikan kedua kebijakan pemerintah dimaksud,“ ujarnya.

 

Dia menegaskan, PaDI UMKM juga banyak memberikan manfaat bagi UMK binaan Pertamina, BUMN maupun pemerintah. UMK akan mendapatkan kemudahan akses pasar yang lebih luas, e-commerce baik skala lokal maupun global, pembiayaan/permodalan dan insight bagi UMK untuk peningkatan kualitas produk.

“Bagi BUMN, PaDI UMKM akan memudahkan perbelanjaan pemenuhan kebutuhan kantor dengan seller yang terverifikasi dan jelas. Sedangkan bagi pemerintah, adanya PaDI UMKM dapat menjadi dasar yang kuat untuk program peningkatan ekonomi rakyat, dengan akurasi validitas data UMK,” ujarnya.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Berly Martawardaya, mengatakan agar berdampak maksimal mendukung pertumbuhan UMK, pengelola lokapasar PaDI UMKM harus aktif menjaring produsen barang. Pelaku usaha UMK juga perlu dibekali pelatihan yang baik untuk menjaga kualitas barang dan jasa yang dijualnya.

“Mereka (UMK) harus didampingi misalnya untuk membuat foto dan deskripsi produk yang bagus supaya menarik bagi pembeli. Yang mahal mungkin promosikan marketplace supaya masyarakat mau mengunduh aplikasi dan atau mengunjungi website-nya untuk bertransaksi,” katanya.

Diketahui, sekira 150 usaha mikro kecil (UMK) yang bergabung di Rumah BUMN Pertamina Palangkaraya omzetnya naik hingga 10% sejak Mei 2022.

Salah satu UMK pemilik dapur, Nindita memutuskan untuk membuka toko digital di PaDI UMKM GUNA memperluas usaha. Dia mengakui sejak bergabung dengan PaDI UMKM, omzet yang diperoleh mencapai Rp11 juta per bulan atau naik hingga 10%.

“Semoga kedepan melalui PaDI UMKM akan membuat produk kami lebih dikenal masyarakat luas,“ ujarnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini