Share

Transisi Kendaraan BBM ke Listrik Tidak Pengaruhi Produksi Mobil Konvensional

Ikhsan Permana, MNC Portal · Rabu 21 September 2022 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 320 2671689 transisi-kendaraan-bbm-ke-listrik-tidak-pengaruhi-produksi-mobil-konvensional-VtpCCSmUt6.png Transisi Kendaraan BBM ke Listrik. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Pemerintah tengah melakukan transisi penggunaan kendaraan BBM ke listrik. Namun dipastikan bahwa kendaraan konvensional (internal combustion engine/ICE) masih tetap diproduksi di Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, kendaraan ICE telah menunjukkan angka ekspor yang tinggi. Hingga Agustus 2022, ekspor kendaraan ICE mencapai 285.941 unit, dari total produksi sebesar 920.376 unit.

"Pangsa pasar ekspor produk otomotif untuk kendaraan roda empat atau lebih, termasuk komponen, telah mencapai lebih dari 80 negara," ujar Febri, Rabu (21/9/2022).

Baca Juga: Produksi Baterai Kendaraan Listrik Siap Dimulai 2024

Industri otomotif Indonesia telah berhasil melakukan ekspor ke Australia yang terkenal selektif terhadap produk otomotif.

“Baru-baru ini, industri otomotif di Tanah Air melakukan ekspor ke Australia yang terkenal memiliki spesifikasi yang ketat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah tengah mengupayakan untuk melakukan percepatan produksi berbagai jenis kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), baik sepeda motor maupun kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Baca Juga: Langkah Nyata BRI Gunakan Kendaraan Listrik Dalam Mengurangi Emisi Karbon

Febri menjelaskan, Indonesia sudah memiliki roadmap industri KBLBB. Pada tahun 2025, jumlah KBLBB di Indonesia ditargetkan mencapai 400 ribu unit atau 25% dari total produksi kendaraan bermotor roda empat yang akan mencapai 1,6 juta unit. Sedangkan di tahun 2035, Kemenperin menargetkan produksi 1 juta KBLBB roda empat atau lebih dan 3,22 juta KBLBB roda dua.

"Target tersebut diharapkan dapat menghemat penggunaan bahan bakar fosil dan menurunkan emisiCO2 hingga 12,5 juta barel/4,6 juta ton untuk roda empat atau lebih dan 4 juta barel/1,4 juta ton CO2 untuk kendaraan roda dua,” terangnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Ia menambahkan, hingga saat ini, telah terdapat empat perusahaan bus listrik, tiga perusahaan mobil listrik, serta 31 perusahaan roda dua dan roda tiga listrik dengan total investasi sebesar Rp1,872 Triliun.

Sementara kapasitas produksi kendaraan listrik per tahun di Indonesia saat ini mencapai 2.480 unit bis, 14.000 unit mobil listrik, serta 1,04 juta unit untuk kendaraan roda dua dan roda tiga listrik.

“Dari tahun 2017 sampai 2021, pendaftaran KBLBB di Kementerian Perhubungan selalu mengalami peningkatan tiap tahun. Terakhir pada tahun 2021 meningkat sebanyak 360% dari 2020,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini