Share

Imbas Harga BBM Naik, Inflasi RI 2022 Diperkirakan Tembus 6%

Antara, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 320 2673067 imbas-harga-bbm-naik-inflasi-ri-2022-diperkirakan-tembus-6-KVAd0syPTd.jpg Ilustrasi ekonomi RI. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2022 akan berada di atas 6%.

Dikutip Antara, hal itu terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), terutama solar dan pertalite, serta peningkatan tarif angkutan.

"Secara keseluruhan kenaikan harga BBM bersubsidi dan tarif angkutan umum, meski kenaikan tarif angkutan belum semuanya, akan menambah inflasi IHK 1,8 persen sampai 1,9 persen pada 2022, sehingga menjadi sedikit lebih tinggi dari enam persen," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan September di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

 BACA JUGA:Dana Insentif Daerah Rp3 Triliun Bisa Tekan Inflasi?

Dia menyebut terdapat dua jenis dampak dari kenaikan harga BBM maupun tarif angkutan terhadap inflasi, yakni dampak langsung dan tidak langsung (second round).

Dia juga mengaku dampak langsung telah terlihat dari kenaikan harga barang-barang dan menyebabkan inflasi bulan September 2022 yang diperkirakan Survei Pemantauan Harga (SPH) BI akan mencapai 5,89%.

Sementara untuk dampak tidak langsung akan terlihat selama tiga bulan ke depan, yakni pada Oktober, November, dan Desember 2022.

Dia meyakini kenaikan inflasi IHK tidak akan tinggi dan akan semakin melandai, sehingga berbagai langkah pengendalian inflasi perlu terus dilakukan baik dari sisi pasokan maupun dari sisi permintaan.

Kemudian, untuk sisi pasokan telah dilakukan berbagi langkah sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), serta penyesuaian tarif angkutan di berbagai daerah.

"Bersama pemerintah, bank sentral sudah melakukan GNPIP di sekitar 18 daerah dan dengan pemerintah daerah juga mengendalikan tidak hanya inflasi pangan maupun juga tarif-tarif angkutan," katanya.

Dia berharap berbagai langkah tersebut bisa mengendalikan peningkatan inflasi dan meskipun akan sedikit lebih tinggi dari enam persen pada tahun ini, inflasi tersebut telah mencapai level puncak dan kemudian akan menurun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini