Share

SPBU Khusus Nelayan Minim, Pertamina Diminta Segera Turun Tangan

Agung Bakti Sarasa, Koran Sindo · Kamis 22 September 2022 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 320 2673074 spbu-khusus-nelayan-minim-pertamina-diminta-segera-turun-tangan-9xC1XOsOKu.JPG Ilustrasi nelayan. (Foto: Pertamina)

BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meminta PT Pertamina (Persero) turun tangan untuk mengatasi persoalan minimnya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus nelayan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih mengatakan hanya memiliki 9 SPBU khusus nelayan.

Padahal, dermaga nelayan di Jabar jumlahnya mencapai 43 dermaga.

"Jadi, SPBU nelayan di Jabar ini cuma 9, sedangkan dermaganya itu 43. Dengan pantai yang panjang, hanya sembilan. Itu juga kebanyaknya di Jabar bagian utara, untuk Jabar selatan malah hanya dua," ungkap Saadiyah, Kamis (23/9/2022).

 BACA JUGA:BLT BBM Tukang Ojek hingga Nelayan Kapan Cair?

Kemudian, pihaknya akan mengusulkan tambahan SPBU khusus nelayan di Jabar, khususnya di daerah yang memiliki banyak nelayan.

Adapun pihak Pertamina sendiri, kata Saadiyah, diharapkan dapat menambah kuota BBM untuk Jabar, khususnya bagi para nelayan.

"Pemprov Jabar akan usulkan dua SPBU baru di Sukabumi dan Cirebon. Ini sudah tindak lanjuti sudah disampaikan agar akses BBM bisa didapatkan oleh nelayan," jelasnya.

Lebih lanjut Saadiyah mengatakan untuk penanganan jangka pendek, pihaknya juga telah mengimbau nelayan agar mendaftarkan diri ke aplikasi MyPertamina sehingga mereka bisa mengakses BBM melalui SPBU biasa.

"Jadi mereka nanti datang ke SPBU biasa dan kalau ke SPBU biasa harus pakai tanda. Nah ini sedang dilakukan," imbuhnya.

Disinggung soal berapa banyak kebutuhan BBM nelayan, Saadiyah mengatakan bahwa hal itu bisa diketahui setelah proses pendataan nelayan di Jabar melalui MyPertamina selesai dilakukan.

"Data kebutuhan ini baru akan muncul setelah pendataan. Jadi, kalau pengusulan (kuota BBM) sendiri nanti baru bisa dilakukan dari data itu," katanya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar juga bakal menyalurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp150.000 per bulan kepada para nelayan yang terdampak kenaikan harga BBM.

Kebijakan tersebut diambil setelah Pemprov Jabar bersama stakeholder terkait menggelar Rapat Koordinasi Rencana Penyaluran BBM bagi Nelayan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (21/9/2022).

"BLT nelayan sudah diputuskan. Akan diberikan secara tunai Rp150.000 per bulan," ujar Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum seusai rapat.

Menurut Uu, dampak kenaikan harga BBM tidak hanya dirasakan para pelaku angkutan umum yang sudah lebih dulu diputuskan bakal mendapatkan dana BLT, melainkan juga nelayan yang kini kesulitan mendapatkan BBM untuk melaut.

Tidak seperti BLT bagi para pelaku angkutan umum yang menggunakan sistem voucher, Uu memastikan bahwa BLT bagi nelayan akan dibagikan secara tunai agar lebih praktis dan efisien.

"Bantuan diberikan secara tunai, seperti biasa. Kalau voucher ribet, seperti yang disampaikan tadi di rapat, maka lebih baik dengan tunai," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini