Share

Sistem Keuangan RI Disebut Tak Alami Guncangan Selama Pandemi Covid-19, Ini Buktinya

Antara, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 320 2673130 sistem-keuangan-ri-disebut-tak-alami-guncangan-selama-pandemi-covid-19-ini-buktinya-IPRMRhPrlL.JPG Ilustrasi ekonomi RI. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Indonesia disebut tidak mengalami guncangan keuangan selama pandemi Covid-19.

Dikutip Antara, haal itu diungkap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang menyampaikan bahwa selama pandemi Covid-19, Indonesia tidak mengalami guncangan keuangan meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Ekonominya menyusut, growth-nya negatif, tapi tidak terjadi goncangan dalam sistem keuangan. Ini yang kita katakan menjaga Indonesia selama pandemi,” katanya saat memberikan Kuliah Umum di Universitas Nusa Cendana di Kupang, NTT, Kamis (22/9/2022).

 BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut RI Mampu Jaga Uang Negara Selama Pandemi Covid-19

Dia menyebut perlambatan ekonomi akibat pembatasan sosial tidak dapat dihindarkan, namun pemerintah bertekad menjaga kestabilan sistem keuangan.

Dia juga mengatakan upaya yang diambil pemerintah melalui bauran kebijakan yang terkoordinasi dalam rangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Dimulai dari Otoritas Jasa Keuangan yang memberikan fasilitas relaksasi untuk kredit yang terdampak pandemi COVID-19, termasuk juga penyediaan dana bagi UMKM serta restrukturisasi kredit untuk pelaku usaha UMKM.

Adapun pemerintah menerbitkan Perppu yang mengatur penyesuaian batas defisit APBN, penyesuaian mandatory spending, pergeseran dan refocusing anggaran pusat dan daerah hingga insentif dan fasilitas perpajakan.

“Pemerintah melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional atau yang disingkat PEN. Nah ini merupakan pengeluaran ekstra dan angka angka ini tidak sedikit,” bebernya.

Adapun pemerintah menganggarkan Rp575,9 triliun untuk PEN 2020 yang digunakan pada sektor penanganan kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, dukungan UMKM dan korporasi serta insentif usaha.

Kemudian untuk PEN 2021 sebanyak Rp655,14 triliun, penambahan biaya tersebut dikarenakan adanya lonjakan kasus Covid-19 varian Delta.

Sedangkan untuk 2022, PEN berjumlah Rp455,6 triliun yang digunakan untuk penanganan kesehatan, Perlinson dan penguatan pemulihan ekonomi.

Sebagai informasi, Suahasil menyampaikan kepada awak media bahwa dia berterima kasih kepada Universitas Nusa Cendana yang telah menyelenggarakan acara tersebut dan berharap para mahasiswa mampu memahami cara pemerintah berfikir dan men-design kebijakan menghadapi pandemi Covid-19.

“Mahasiswa sangat antusias ingin bertanya lebih lanjut dan ingin mengetahui lebih banyak. Saya meminta seluruh staf Kementerian Keuangan yang ada di NTT, di Kupang untuk terus membangun hubungan sehingga bisa menjelaskan secara kontiniu apa yang dilakukan oleh APBN dan apa yang kita pantau dari APBD dan bagaimana negara hadir melindungi masyarakat saat menghadapi pandemi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini