Share

Harga Minyak Balik Menguat, Brent Jadi USD90,4/Barel

Antara, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 320 2673238 harga-minyak-balik-menguat-brent-jadi-usd90-4-barel-UO8DGL2R6h.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak balik menguat pada akhir perdagangan Kamis. Di sesi sebelumnya, pasar fokus pada kekhawatiran pasokan minyak Rusia, meningkatnya permintaan China dan setelah bank sentral Inggris menaikkan suku bunga kurang dari yang diperkirakan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November terangkat 55 sen atau hampir 0,7% menjadi USD83,49 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah naik lebih dari USD3 di awal sesi.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman November bertambah 63 sen atau 0,7% menjadi USD90,46 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah naik lebih dari USD2 di awal sesi.

Baca Juga: Harga Minyak Turun 1% Setelah The Fed Umumkan Suku Bunga Naik

Rusia meningkatkan ketegangan geopolitik dengan wajib militer terbesarnya sejak Perang Dunia Kedua, meningkatkan kekhawatiran eskalasi perang di Ukraina lebih lanjut dapat merusak pasokan.

"Retorika permusuhan (Presiden Rusia Vladimir) Putin adalah apa yang menopang pasar ini," kata Mitra Again Capital LLC, John Kilduff, dikutip dari Antara, Jumat (23/9/2022).

Kendala pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menambah dukungan lebih lanjut, kata para analis.

Baca Juga: Harga Minyak Turun 1,5%, Brent Dibanderol USD90/Barel

"Ekspor minyak mentah OPEC telah mendatar dari kenaikan kuat pada awal bulan ini," kata Analis Komoditas UBS, Giovanni Staunovo.

Uni Eropa sedang mempertimbangkan pembatasan harga minyak, pembatasan yang lebih ketat pada ekspor teknologi tinggi ke Rusia dan lebih banyak sanksi terhadap individu, kata para diplomat, menanggapi apa yang dikutuk Barat sebagai eskalasi perang Moskow di Ukraina.

Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) juga mempertimbangkan penghentian sementara derivatif energi karena harga telah naik menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada Februari.

Parameter mekanisme semacam itu harus ditetapkan di tingkat Uni Eropa untuk diterapkan ke semua platform yang memperdagangkan turunan energi, katanya.

Permintaan minyak mentah di China, importir minyak terbesar dunia, rebound setelah diredam oleh pembatasan ketat COVID-19.

Bank sentral Inggris menaikkan suku bunga utamanya sebesar 50 basis poin menjadi 2,25 persen dan mengatakan akan terus "merespons dengan kuat, jika perlu" terhadap inflasi.

Kenaikan suku bunga itu "kurang dari yang diperkirakan pasar dan menentang beberapa ekspektasi bahwa pembuat kebijakan Inggris mungkin dipaksa ke langkah yang lebih besar," kata bank ING.

Bank sentral Turki secara tak terduga memangkas suku bunga kebijakannya sebesar 100 basis poin menjadi 12 persen, ketika sebagian besar bank sentral di seluruh dunia bergerak ke arah yang berlawanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini