Share

5 Fakta BLT BBM untuk Nelayan, Nomor 4 Wajib Dipenuhi agar Dapat Rp150.000/Bulan

Clara Amelia, Okezone · Sabtu 24 September 2022 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 320 2673545 5-fakta-blt-bbm-untuk-nelayan-nomor-4-wajib-dipenuhi-agar-dapat-rp150-000-bulan-ps4cevi8Lh.png BLT BBM untuk Nelayan Cair Rp600.000. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Bantuan langsung tunai (BLT) sebagai dampak kenaikan harga BBM, diberikan kepada tukang ojek dan sopir angkot, sebagai penerima manfaat. Selain itu, nelayan juga mendapatkannya.

Dirangkum Okezone, Sabtu (24/9/2022), berikut fakta penyaluran BLT BBM kepada nelayan:

1. Nelayan Dapat Rp150.000 per Bulan

Nelayan mendapatkan BLT sebesar Rp150 ribu per bulan.

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) bakal menyalurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp150.000 per bulan kepada para nelayan yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kebijakan tersebut diambil setelah Pemprov Jabar bersama stakeholder terkait menggelar Rapat Koordinasi Rencana Penyaluran BBM bagi Nelayan.

Baca Juga: BLT BBM Dipotong Rp100.000, KSP Cari Kebenaran di Desa Cikakak Brebes

"BLT nelayan sudah diputuskan. Akan diberikan secara tunai Rp150.000 per bulan," ujar Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum seusai rapat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (21/9/2022).

2. Alasan Diberikannya BLT untuk Nelayan

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Wahyu Wahyudin mengatakan, BLT tersebut sangat dibutuhkan masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM, namun tidak terdata di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial RI.

Menurutnya, bantuan itu dapat meningkatkan daya beli masyarakat, apalagi Kepri termasuk 10 besar provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 6%.

"BLT BBM ini dapat menekan inflasi di tengah kenaikan harga BBM dan krisis global yang terjadi," ujar dia.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Tahap 3 Cair, BSU Masuk Rekening Paling Telat Selasa Depan

Adapun menurut Uu, dampak kenaikan harga BBM tidak hanya dirasakan para pelaku angkutan umum yang sudah lebih dulu diputuskan bakal mendapatkan dana BLT, melainkan juga nelayan.

3. Penyaluran BLT Nelayan Tetap Melalui Pendataan dan Verifikasi

Uu juga memastikan, penyaluran BLT bagi nelayan tetap didahului dengan pendataan dan verifikasi agar dana bantuan tersebut tepat sasaran.

"Saya juga minta pemerintah pusat untuk memvalidasi data di daerah sehingga ada unsur keadilan. Jangan sampai yang kaya dapat, sementara yang seharusnya dapat, karena tidak ada uang atau miskin malah gak dapat, itu yang tidak kita inginkan," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Adapun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Hermansyah mengatakan, pendataan nelayan yang bakal menerima BLT tersebut dilakukan melalui kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kartu Kusuka).

"Kemudian, data ini harus disandingkan dengan Dinsos DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) agar tidak terjadi overlap atau dapat lebih dari satu kali bantuan atau dari berapa sumber. Validasi juga akan kita lakukan," katanya.

4. Ketentuan Nelayan Dapat BLT

BLT BBM diperuntukkan bagi nelayan yang memiliki atau perahu di bawah 30 gross ton (GT). Di luar ketentuan tersebut, nelayan dipastikan tidak menerima BLT.

"Jadi nelayan di bawah 30 GT sebagian nelayan kecil yang punya perahu di bawah 5 GT itu ada 28.000. Semoga tidak salah sasaran, di (kartu) Kusuka itu tonasenya kelihatan itu," jelasnya.

5. BLT Nelayan Diberikan Tunai

Tidak seperti BLT bagi para pelaku angkutan umum yang menggunakan sistem voucher, Uu memastikan bahwa nelayan akan dibagikan secara tunai agar lebih praktis dan efisien.

"Bantuan diberikan secara tunai, seperti biasa. Kalau voucher ribet, seperti yang disampaikan tadi di rapat, maka lebih baik dengan tunai," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini