Share

Menteri ESDM Minta Anggaran Subsidi Ditambah untuk Kompor Listrik

Rizky Fauzan, MNC Portal · Jum'at 23 September 2022 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 320 2673554 menteri-esdm-minta-anggaran-subsidi-ditambah-untuk-kompor-listrik-ZL7NyRciKC.JPG Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa harus ada penambahan anggaran subsidi untuk program konversi gas melon alias LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik milik PT PLN (Persero).

Dia menuturkan program bagi-bagi kompor listrik gratis tersebut juga harus disertai penambahan daya listrik terpasang, terutama masyarakat miskin golongan listrik subsidi 450 VA atau 900 VA.

"Anggaran subsidinya listriknya juga harus naik dong karena konsumsi," kata Arifin saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/9/2022).

 BACA JUGA:Dapat Kompor Listrik Gratis, Daya 450 VA Dinaikkan Jadi 3.500 VA

Menteri ESDM tidak merinci lebih lanjut berapa tambahan subsidi listrik yang dibutuhkan untuk menopang lonjakan konsumsi listrik usai pelaksanaan program konversi kompor listrik tersebut.

Adapun terakhir, Badan Anggaran DPR setujui rencana Kementerian Keuangan untuk menambah anggaran subsidi dan kompensasi energi menjadi Rp338 triliun pada tahun 2023.

Anggaran subsidi ditetapkan sebesar Rp212 triliun, terdiri dari alokasi untuk BBM sebesar Rp21,5 triliun, LPG tabung 3 kg sebesar Rp117,8 triliun dan alokasi subsidi listrik Rp72,6 triliun.

Arifin menambahkan, penambahan daya listrik untuk penerima kompor listrik gratis tersebut masih dalam perhitungan pemerintah dan PLN, namun dia memastikan jika pengguna tidak akan mengalami kenaikan tarif.

"Kami akan hitung dengan tambahan itu, kemudian berapa banyak energi baru dan energi baru yang memang kompetitif bisa masuk. Dengan harapan kompetitif ini bisa memfasilitasi itu," tambahnya.

Namun, Arifin membeberkan bahwa terdapat beberapa opsi penambahan daya listrik untuk penerima kompor listrik gratis, yakni di antara 900 VA atau 2200 VA.

"Ada beberapa ini ya, beberapa yang akan dicoba 900 VA atau 2200 VA. Ini lagi uji coba nih, byar pet (mati nyala) apa enggak, yang diuji coba ini harus ada," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini