Share

Terseret Kasus Korupsi 'Wanita Emas', Ini Penjelasan Waskita Beton

Suparjo Ramalan, iNews · Jum'at 23 September 2022 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 320 2673618 terseret-kasus-korupsi-wanita-emas-ini-penjelasan-waskita-beton-Zm3JAyHHFY.JPG Ilustrasi kasus korupsi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Anak Usaha Waskita Karya, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) buka suara terkait kasus dugaan korupsi di internal perusahaan sejak 2016-2020.

Adapun tersangka yang ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) adalah dua mantan Direktur Utama WSBP.

Keduanya pun diperiksa penyidik Jampidsus Kejagung.

Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto mencatat salah satu tersangka dengan inisial KJH sudah dinonaktifkan sejak Mei 2021 lalu.

"Dapat kami sampaikan bahwa tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung atas nama Saudara KJH sudah tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan (non aktif) sejak Mei 2021," ungkap Fandy dalam keterangan pers, Jumat (23/9/2022).

 BACA JUGA:Waskita Karya (WSKT) Garap Proyek IKN Rp2,4 Triliun hingga Agustus

Dia memastikan emiten pelat merah ini menghormati proses hukum yang berjalan dan memberikan dukungan penuh bagi Kejaksaan Agung agar perkara tersebut segera diselesaikan.

Perusahaan juga berkomitmen untuk kooperatif kepada Kejaksaan Agung dalam memberikan keterangan, data, maupun informasi yang dibutuhkan.

"WSBP akan senantiasa melakukan langkah perbaikan tata kelola dan pengendalian internal agar perusahaan dapat terus meningkatkan kualitas implementasi GCG, serta dapat bertumbuh dan berkinerja baik," jelasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Berdasarkan keterangan Tim Penyidik Jampidsus Kejagung.

Saksi pertama kasus dugaan korupsi tersebut adalah IGNP selaku Direktur Utama PT Waskita Karya (persero) Tbk periode 2018-2020. Kedua, MC selaku Direktur Utama PT Waskita Karya (persero) Tbk periode 2008-2018.

Saksi ketiga YM selaku Sekretaris Agus Sugiono, saksi keempat DP selaku General Manager Human Capital PT Waskita Karya (persero) Tbk dan saksi kelima GL selaku Manager Human Capital PT Waskita Karya (persero) Tbk.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pada PT Waskita Beton Precast mencapai Rp2,5 triliun. Terdapat empat tersangka dalam perkara yang terjadi pada 2016 sampai 2020.

Kerugian itu diakibatkan perbuatan korupsi melakukan pengadaan fiktif, pengadaan barang tidak dapat dimanfaatkan, atau pengadaan tidak dapat ditindaklanjuti.

"Artinya, mangkrak," kata Jaksa Agung dalam keterangannya, Selasa kemarin.

Pengadaan fiktif oleh Waskita Beton, lanjut Burhanuddin, dilakukan dengan cara meminjam bendera beberapa perusahaan.

Dalam hal ini, perusahaan tersebut membuat surat pemesanan material fiktif, meminjam bendera vendor atau supplier, membuat tanda terima material fiktif, dan membuat surat jalan barang fiktif.

Sebagai informasi, selain Hasnaeni Moein 'Wanita Emas', penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) juga menetapkan Direktur Utama Waskita Beton Precast, Jarot Subana (JS) sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana PT Waskita Beton Precast, tahun 2016-2020.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kuntadi mengatakan, selain Jarot Subana penyidik juga telah menetapkan dua tersangka lainnya. Keduanya yakni KJH selaku Pensiunan Karyawan BUMN PT Waskita Beton Precast dan H selaku Wiraswasta (Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical).

"Direktur penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah menetapkan 3 orang," kata Kuntadi dalam keterangan di Kejagung, Kamis (22/9/2022).

Sebelumnya ada ada empat orang tersangka yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Keempat tersangka di antaranya Direktur Operasi Waskita Beton periode 2016-2018 sekaligus Direktur Pemasaran Waskita Beton periode 2018-2020 berinisial AW Agus Wantoro.

Adapun tiga tersangka lainnya yakni AP selaku General Manager Pemasaran Waskita Beton 2016-2020, BP selaku staf Manager Pemasaran Area 1 Waskita Beton 2016-2019, dan A selaku pensiunan karyawan Waskita Beton.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini