Share

Bansos Disabilitas dan Nelayan Rp600.000 Cair, Cek di Sini Penerimanya

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 23 September 2022 19:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 320 2673870 bansos-disabilitas-dan-nelayan-rp600-000-cair-cek-di-sini-penerimanya-lTP0XGAFsK.JPG Bansos nelayan dan disabilitas cair. (Foto: MPI)

MALANG - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menambah alokasi bantuan sosial (bansos) untuk disabilitas dan nelayan.

Bantuan ini telah disalurkan secara bertahap pasca kenaikan BBM bersamaan dengan bantuan penyandang disabilitas plus yang menjadi program rutin Pemprov Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan di program bantuan penyandang disabilitas plus para kaum difabel ini menerima sebesar Rp300 ribu per bulannya.

 BACA JUGA:Masih Ada Waktu Ajukan Diri Jadi Penerima BLT BBM Rp600.000, Begini Cara Daftar di Aplikasi Cek Bansos

Bantuan ini sudah rutin diberikan setiap bulannya, terapi karena ada kenaikan BBM maka Pemprov Jawa Timur menambah alokasi hingga Rp600 ribu untuk masing-masing disabilitas.

"Untuk penyandang disabilitas, penyandang disabilitas ini pada dasarnya mereka tiap bulan sudah ada asistensi Rp300 ribu dari Pemprov, tetapi karena ada kenaikan BBM ini kita up Rp600 ribu," ucap Khofifah ditemui wartawan pada Jumat sore (23/9/2022) di UPT Bapenda Samsat Malang.

Pemprov Jatim menganggarkan dana senilai Rp257 miliar untuk bantalan sosial.

"Cair di September Rp300 ribu, nanti November Rp300 ribu. Tapi pada dasarnya tiap bulan mereka sudah terima Rp300 ribu," kata mantan menteri sosial ini.

Selain disabilitas, para nelayan kecil di Jawa Timur juga menjadi perhatian Pemprov Jawa Timur saat kenaikan harga BBM.

Di mana bantuan disalurkan dua tahap, dengan besaran masing-masing tahap Rp300 ribu untuk September dan Oktober, serta bulan November dan Desember sebesar Rp300 ribu.

"Jadi nelayan ada juga subsidi program perlindungan sosial Rp600 ribu, tetapi bahwa verifikasi nelayan ini tidak semuanya bisa cepat, di Paciran kita bisa turun mungkin baru tercover sekitar 10%," bebernya.

Khofifah menambahkan lamanya proses pendistribusian ini karena harus melakukan seleksi dan verifikasi agar tidak tumpang tindih dengan penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.

"Verifikasi tetap dilakukan Puger juga turun masih 10%, kenapa basisnya adalah kartu Kusuka, ini akan mendapatkan support dari pusat, yang sudah terkonfirmasi mendapat supaya tidak duplikasi. Ini bagian dari program perlindungan sosial dalam rangka pengendalian inflasi akibat dampak kenaikan BBM," jelasnya.

Adapun penerima bantuan ini Suharyati mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jawa Timur yang telah menambah alokasi dana bansos untuk disabilitas anaknya.

Dengan dana ini, dia bisa memanfaatkan untuk kebutuhan sang anaknya bernama Kenzi.

"Untuk kebutuhan anak ya sekolah, ya untuk berobat, sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah terbantu sekali," ujar Suharyati.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini