Share

Dirut Medco: Cadangan di Indonesia Lebih Banyak Gas Dibandingkan Minyak

Rizky Fauzan, MNC Portal · Sabtu 24 September 2022 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 278 2674309 dirut-medco-cadangan-di-indonesia-lebih-banyak-gas-dibandingkan-minyak-Cl0lstNrgU.jpg Indonesia punya banyak cadangan gas (Foto: Okezone)

 JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bakal menggencarkan investasi di proyek hulu gas. Hal ini seiring upaya transisi energi dari bahan bakar berbasis fosil menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan.

Dalam proses transisi energi, peran gas untuk memastikan ketahanan energi nasional sangat penting seiring pemanfaatan EBT yang masih belum andal. Mengingat, emisi karbon yang dikeluarkan gas pun lebih rendah dari minyak.

Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro mengatakan pertumbuhan cadangan minyak akan lebih rendah dari gas pada tahun 2050. Selain itu, menurut dia, tekanan dari transisi energi membuat belanja modal (capital expenditure/capex) para raksasa migas untuk eksplorasi minyak akan turun pula.

Dia menuturkan, permintaan terhadap minyak akan tetap besar, tidak terkecuali di Indonesia. Dengan begitu, dia berkomitmen menjajaki investasi lebih besar untuk eksplorasi di hulu migas.

"Perusahaan seperti Medco ya saya tidak ada pilihan, kita mesti kontinyu untuk invest di oil and gas untuk menambah produksi nambah cadangan. Indonesia dan Asia ini masih membutuhkan cadangan dan produksi baru," tutur Hilmi di Jakarta, dikutip Sabtu (24/9/2022).

Hilmi mengatakan bahwa pihaknya masih fokus mempertahankan level produksi. Salah satunya dari proyek gas Blok Corridor, di mana Medco baru akuisisi seluruh aset ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. (CIHL). Hilmi menyebut sedang mereview untuk menentukan potensi cadangan gas di blok tersebut.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Hilmi menambahkan, selama 40 tahun terakhir Medco telah berhasil melakukan berbagai eksplorasi dan mendapatkan cadangan baru. Dia meyakini jika blok-blok yang dikelola Medco masih memiliki banyak potensi.

"Hingga saat ini 75% produksi Medco datang dari gas, kurang lebih sekitar 120.000 barel minyak ekuivalen per hari. Sementara sisanya adalah minyak, hanya berkisar 40.000 barel per hari," ucapnya

"Minyak masih tetap diperlukan jadi kita tetap cari sumber di minyak, tapi ya menurut saya hari ini yang remaining cadangan di Indonesia lebih banyak gas dibandingkan minyak," tambahnya.

Hilmi belum bisa membeberkan akan mengakuisisi atau berinvestasi di proyek gas apa saja, menyusul akuisisi Blok Corridor. Namun, menurut dia, Medco akan mempertimbangkan seluruh potensi dan peluang.

"Kita selalu lihat peluang itu (akuisisi blok gas). Jadi kalau tumbuh dua macam, ada organik dengan eksplorasi bisa secara akuisisi, dua-duanya kita lihat," ujar dia.

Sementara itu, dia juga belum bisa memastikan akan mengikuti Lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (WK Migas) di tahun 2022. Hal tersebut lantaran pihaknya harus mempertimbangkan faktor geologis dan fiscal terms.

"Buat perusahaan seperti kita kuncinya adalah commerciality, feasibility, keekonomian dari proyek tersebut. Kalau memang kombinasi antara risiko dan keekonomiannya menarik, ya kita pasti akan masuk," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini