Share

RI Butuh Banyak Wirausaha untuk Jadi Negara Maju

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Sabtu 24 September 2022 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 455 2674283 ri-butuh-banyak-wirausaha-untuk-jadi-negara-maju-Jxrdgrqis1.jpg RI butuh banyak wirausaha untuk jadi negara maju (Foto: Setkab)

JAKARTA - MenkopUKM Teten Masduki menyampaikan Indonesia membutuhkan banyak wirausaha untuk menjadi negara maju. Untuk itu, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam beragam kebijakan untuk memajukan sektor tersebut.

"Ini akan berimbas pada persentase kewirausahaan kita yang saat ini baru 3,47%. Sementara untuk menjadi negara maju, kita perlu wirausaha minimum 4%,” katanya dilansir dari Antara, Sabtu (24/9/2022).

Saat ini, sejumlah menteri yang terdiri dari Menkop, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ditugaskan mencetak satu juta wirausaha mapan baru supaya di tahun 2024 mencapai 3,95%.

Keberpihakan Presiden Jokowi terhadap koperasi dan UMKM disebut juga terfokus dalam sisi pembiayaan. Kini, perbankan beri tanggung jawab untuk memberikan porsi kredit minimal 30% dari total kredit mereka untuk UMKM.

Demi mewujudkan hal tersebut, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinyatakan bakal terus ditambahkan setiap tahun agar pertumbuhan kredit UMKM bisa selalu meningkat.

"Presiden juga menugaskan agar 40% belanja pemerintah untuk produk koperasi dan UMKM. Kalau ini dibelanjakan, maka akan menciptakan dua juta lapangan kerja atau pertumbuhan ekonomi 1,85% tanpa investasi baru, bahkan Presiden menyampaikan kalau perlu 100% belanja pusat dan daerah untuk belanja UMKM," ujar dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pihaknya dinyatakan telah pula bersinergi dengan Kementerian BUMN guna menghadirkan program solar untuk Koperasi (Solusi) Nelayan. Program itu merupakan arahan Presiden Jokowi untuk mengantisipasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap keberlangsungan usaha nelayan.

Melalui program Solusi Nelayan, Teten mengharapkan setiap desa nelayan memiliki Pertashop yang dapat mengakses BBM dengan harga yang sesuai di SPBU.

Menurut dia, harga solar di nelayan yang berkisar Rp6-10 ribu masih terhitung murah.

"Ada 11 ribu desa nelayan, tapi total SPBU hanya 388. Karena itu, mereka membeli eceran (sehingga perlu penambahan jumlah SPBU),” ucap Menkop.

Dalam mengembangkan koperasi dan UMKM di Sulut, Teten meminta pemimpin daerah untuk dapat mengembangkan potensi unggulan di provinsi tersebut.

"UMKM dan koperasi di Sulawesi Utara dapat fokus memanfaatkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki seperti perikanan, kelapa, dan pariwisata baharinya. Inilah kekuatan ekonomi Sulawesi Utara yang harus dikelola dengan baik dan berkelanjutan," ungkap Menkop.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini