Share

Sektor Saham Ini Bakal Terdampak Imbas Naiknya Suku Bunga Acuan BI

Anggie Ariesta, Jurnalis · Minggu 25 September 2022 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 25 278 2674618 sektor-saham-ini-bakal-terdampak-imbas-naiknya-suku-bunga-acuan-bi-n41EUPzOcD.jpg Saham BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur BI September 2022. Kali ini, BI mengerek BI 7-Days Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%. Hal tersebut lantas membawa dampak bagi beberapa sektor saham, seperti perbankan dan properti.

Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengatakan, naiknya suku bunga masih jadi akomodatif untuk ekonomi domestik. Akan tetapi, terdapat sejumlah sektor yang terdampak negatif salah satunya properti.

"Namun sektor yang bisa berdampak negatif yaitu sektor perindustrian, sektor teknologi dan sektor properti. Karena, kenaikan bunga bisa menggerus laba nya di tengah kenaikan inflasi di mana daya beli bisa berkurang,” kata Cheril, dikutip Minggu (25/9/2022).

Dalam sepekan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), 19 - 23 September 2022, mayoritas data perdagangan mengalami penurunan, kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkinerja positif dalam lima hari aktif bursa.

Sayangnya, sejumlah indeks sektoral bergerak di zona merah, dengan sektor properti turun 0,52% dan keuangan yang didalamnya ada perbankan juga melemah 0,56%.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebagai pembanding, sektor yang melemah lainnya adalah energi 0,95%, bahan baku 2,63%, industri 0,75%, siklikal 0,77%, teknologi 3,29%, infrastruktur 1,63% dan transportasi 2,17%. Sedangkan yang menguat hanya sektor non siklikal 1,67% dan kesehatan 1,92%.

Kinerja saham perbankan selama sepekan kemarin memang terlihat kurang bersemangat. Selama ini, kinerja saham bank-bank di Indonesia tercermin dari pergerakan sejumlah bank big caps, seperti BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI.

Dikutip dari data RTI, pada penutupan perdagangan Jumat (23/9/2022), saham BBCA turun 1,18% di level 8.275. Disusul BBRI yang juga anjlok 1,75% di level 4.480. Sedangkan saham BBNI dan BMRI ditutup stagnan dengan masing-masing level 9.000 dan 9.200.

Kemudian untuk sektor properti, Summarecon Agung (SMRA) juga ditutup melemah 4,38% di level 655 dan Alam Sutera Realty (ASRI) turun 0,55% di 185. Selanjutnya ada saham Pollux Property (POLL) turun 3,76% di 336 dan saham Lippo Karawaci (LPKR) melemah 0,95% di level 194.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini