Share

Presiden Jokowi: Dunia Lagi Sulit, ke Depan Lebih Gelap

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 26 September 2022 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 320 2674894 presiden-jokowi-dunia-lagi-sulit-ke-depan-lebih-gelap-vYUzRBVpu5.jpg Jokowi ingatkan ekonomi dunia sedang sulit (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan ekonomi dunia tengah sulit. Dia bahkan mengatakan beberapa tahun mendatang kondisinya masih akan gelap.

Kepala Negara mencatat perkara tersebut disebabkan adanya krisis pangan, krisis energi, krisis keuangan, dampak pandemi Covid-19 hingga perang antara Rusia-Ukraina yang tak kunjung damai.

"Dunia saat ini tidak pada posisi yang gampang. Posisinya betul-betul pada posisi yang semua negara sulit. Lembaga-lembaga internasional menyampaikan tahun ini, tahun 2022 sangat sulit, tahun depan mereka menyampaikan akan lebih gelap," ungkap Jokowi saat membuka BUMN Startup Day 2022, Senin (26/9/3022).

Presiden mengaku bahwa perang antara Rusia-Ukraina akan terus berlanjut ke depannya. Pernyataan ini setelah dia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Diketahui Presiden Jokowi menghabiskan waktu dua setengah jam saat berdiskusi dengan Vladimir Putin. Sementara bersama dengan Volodymyr Zelensky, Kepalan Negara menghabiskan waktu selama satu setengah jam.

"Saat saya bertemu dengan Presiden Putin selama dua setengah jam diskusi, ditambah dengan bertemu Presiden Zelinsky satu setengah jam, saya berdiskusi, saya menyimpulkan perang tidak akan segera selesai," kata dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kepala Negara menilai perang Rusia-Ukraina mengakibatkan adanya kesulitan yang luar biasa bagi dunia internasional lantaran adanya krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan.

"Perang akan lama dan itu berakibat kesulitan-kesulitan lain, krisis pangan, krisis energi krisis finansial, covid yang belum pulih dan akibatnya kita tahu sekarang ini baru saja saya dapat angka 19.600 orang setiap hari mati kelaparan karena krisis pangan, tapi itu dunia," ujar Presiden.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini