Share

Krisis Pangan, Jokowi: 19.600 Orang di Dunia Setiap Hari Mati Kelaparan

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 26 September 2022 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 320 2674922 krisis-pangan-jokowi-19-600-orang-di-dunia-setiap-hari-mati-kelaparan-XT6IXJdJMg.JPG Presiden Jokowi. (Foto: MPI)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencatat ada 19.600 orang setiap harinya meninggal dunia karena kelaparan.

Dia menyebut itu karena dunia mengalami krisis pangan akibat perang antara Rusia-Ukraina.

Presiden Jokowi juga mengungkapkan kalau perang Rusia-Ukraina akan terus berlanjut ke depannya.

Pernyataan ini setelah Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

 BACA JUGA:Presiden Jokowi: Dunia Lagi Sulit, ke Depan Lebih Gelap

Diketahui Presiden Jokowi menghabiskan waktu dua setengah jam saat berdiskusi dengan Vladimir Putin.

Sementara bersama dengan Volodymyr Zelensky menghabiskan waktu selama satu setengah jam.

"Perang akan lama dan itu berakibat kesulitan-kesulitan lain, krisis pangan, krisis energi krisis finansial, covid yang belum pulih dan akibatnya kita tahu sekarang ini baru saja saya dapat angka 19.600 orang setiap hari mati kelaparan karena krisis pangan, tapi itu dunia," ujar Presiden saat membuka BUMN Startup Day 2022, Senin (26/9/3022).

Meskipun begitu, Presiden optimis Indonesia bisa menghadapi krisis pangan dunia akibat geopolitik.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menurutnya ada peluang besar bagi Indonesia untuk memajukan ekosistem digitalisasi di sektor pangan.

Karena itu dia meminta BUMN harus memperkuat ekosistem digitalisasi dengan menggaet sejumlah perusahaan rintisan Tanah Air.

"Tetapi saya melihat ini justru ada peluang, ada opportunity yabg bisa dilakukan karena ekonomi digital kita tumbuh pesat dan tertinggi di Asia Tenggara," katanya.

Untuk nilai ekonomi digital, lanjut Presiden, diperkirakan akan mencapai Rp4.531 triliun pada 2030.

Angka ini melompat delapan kali lipat dari nilai digital ekonomi Indonesia pada 2020 yang tercatat mencapai Rp632 triliun.

"Ini melompat 8 kali lipat dari 2020 kira-kira Rp632 triliun, melompat menjadi Rp4.531 triliun nanti di 2030,vartinya peluangnya besar sekali dan ini adalah kesempatan Bapak Ibu saudara sekalian, terutama yabg muda-nuda karena juga pengguna internet Indonesia sudah mencapai 77 persen dan penggunaannya 8 jam 36 mnt setiap harinya, besar sekali potensi yang ada," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini