Share

Hary Tanoe Optimistis Bisnis Batu Bara Masih Cerah

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Senin 26 September 2022 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 320 2675452 hary-tanoe-optimistis-bisnis-batu-bara-masih-cerah-P8vw2ptOaI.png Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (Foto: MPI)

JAKARTA - Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menyatakan bahwa, bisnis pertambangan batu bara masih akan cemerlang hingga tahun depan.

Hal tersebut ditopang oleh tren kenaikan harga batu bara yang masih berlangsung. Selain itu, masih tingginya tensi antara Australia dan China, serta perang antara Rusia dan Ukraina yang belum usai juga menjadi faktor bertahannya tren harga batu bara yang tinggi.

"Ke depan, harga batu bara masih akan bertahan lama karena faktor-faktor tersebut," kata Hary dalam Webinar Jasa Utama Capital Sekuritas (JUCS), Senin (26/9/2022).

Untuk itu, Hary menargetkan inti bisnis MNC Group yang bergerak di bidang penambangan batu bara yakni, PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dapat semakin meningkatkan produktivitasnya.

Ia menargetkan, IATA dapat memproduksi sebanyak 10 juta metrik ton pada 2023 mendatang. Perseroan akan menambah jalan untuk aktivitas penambangan. Juga, akan menambah sistem conveyor untuk memudahkan pengangkatan batu bara.

Selain itu, IATA juga berencana menambah menambah tiga divisi operasional dalam menjalankan bisnisnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Adapun, tiga divisi bisnis tersebut yakni, divisi trading, divisi kontraktor, dan divisi infrastruktur.

"Konsep besar IATA akan dibangun menjadi basis energi dalam arti yang luas," kata dia.

Laba bersih perseroan tercatat sebesar USD32,19 juta pada semester I 2022, atau meningkat 735,49% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar USD3,85 juta.

Perolehan tersebut berasal dari anak usaha BCR yaitu PT Putra Muba Coal (PMC) dan PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), yang masing-masing menargetkan produksi sebanyak 4,5 juta MT dan 1,8 juta MT untuk tahun 2022, meningkat dari 2 juta MT dan 590 ribu MT di 2021.

Selain PMC dan BSPC, anak perusahaan BCR lainnya, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) telah memulai produksi batu bara pada Juli 2022.

"Ke depan, kami harapkan divisi trading, infrastruktur dan kontraktor juga harus menghasilkan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini