Share

Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan setelah Resign

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Senin 26 September 2022 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 622 2675032 syarat-dan-cara-mencairkan-bpjs-ketenagakerjaan-setelah-resign-bk3PHSe4RG.jpg Syarat dan cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan setelah resign (Foto: Okezone)

JAKARTA – Syarat dan cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan setelah resign akan diulas dalam artikel ini.

Sebagaimana diketahui, BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan hukum yang disediakan untuk masyarakat dengan tujuan memberikan perlindungan sosial kepada seluruh tenaga kerja di Indonesia dari risiko sosial ekonomi tertentu.

BPJS Ketenagakerjaan mempunyai lima program yang bisa didapat bagi penerima upah. Adapun lima program tersebut, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilanagan Pekerjaan (JKP).

Diketahui, BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan oleh peserta yang telah resign, asalkan memenuhi syarat ketentuan berlaku.

Lantas, apa syarat dan cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan setelah resign?

Berdasarkan catatan Okezone, Senin (26/9/2022), berikut syarat dan cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan setelah resign:

- Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.

- E-KTP.

- Buku tabungan.

- Kartu Keluarga (KK).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

- Surat keterangan berhenti bekerja, surat pengalaman kerja, surat perjanjian kerja, atau Surat Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)

- NPWP (jika ada).

Jika seluruh persyaratan sudah tersedia, proses pencairan JHT bisa segera dilakukan. Adapun Anda bisa melakukan pencairan JHT di kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Selain itu, pencairan JHT juga dapat dilakukan secara online melalui Lapak Asik.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini