Share

Lautan Luas (LTLS) Beri Pinjaman Anak Usaha Maksimal Rp144 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 27 September 2022 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 278 2675779 lautan-luas-ltls-beri-pinjaman-anak-usaha-maksimal-rp144-miliar-Sx1jT7UT0B.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Lautan Luas Tbk (LTLS) bersama dengan anak usahanya, Lautan Luas Singapore Pte. Ltd telah menandatangani perjanjian pinjaman pemegang saham atau revolving pada 21 September 2022.

Dikutip Harian Neraca, Corporate Secretary Lautan Luas, Joshua Asali mengatakan, Lautan Luas memberikan pinjaman kepada LTL Singapore, yang mana pinjaman tersebut bersifat pinjaman secara revolving.

"Batas maksimum pinjaman berdasarkan perjanjian adalah USD9,55 juta atau setara Rp144,7 miliar," ujarnya dikutip Selasa (27/9/2022). (Kurs:15.156).

 BACA JUGA:Adira Finance Lunasi Obligasi Rp703 Miliar

Dia pun menjelaskan periode perjanjian adalah tiga tahun sejak tanggal perjanjian dan jatuh tempo untuk pinjaman akan ditentukan oleh perseroan berdasarkan pemberitahuan tertulis kepada LTL Singapore.

Pinjaman ini memiliki suku bungan sebesar 4% per tahun. LTLS dapat mengubah bunga dengan memberikan pemberitahuan tertulis kepada LTL Singapore.

"Perjanjian ditandatangani oleh LTLS dan LTL Singapore karena LTL Singapore memerlukan dana untuk membiayai kegiatan usahanya," katanya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebagai informasi, transaksi ini diklasifikasikan sebagai transaksi afiliasi dikarenakan LTL Singapore merupakan entitas anak perseroan yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh LTLS. Adapun transaksi ini tidak memiliki dampak kejadian, informasi, atau fakta material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha LTLS.

Semester pertama 2022, Lautan Luas membukukan laba bersih Rp180,81 miliar atau naik 133,7% dibandingkan periode sama tahun 2021 yang tercatat Rp77,347 miliar.

Hasil itu mendongkrak laba bersih per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ke level Rp116, sedangkan akhir Juni 2021 berada di level Rp50.

Serta tercatat bahwa pendapatan naik 32,05% menjadi Rp4,062 triliun yang ditopang penjualan bahan kimia sebesar Rp3,676 triliun atau naik 29,84% dibandingkan semester I 2021 senilai Rp2,831 triliun. Sedangkan pendapatan jasa bongkar muat, pengiriman dan transportasi tumbuh 27,46% menjadi Rp246,52 miliar.

Walau beban pokok penjualan dan jasa bengkak 31,7% menjadi Rp3,256 triliun, tapi laba kotor tetap naik 33,6% menjadi Rp806,49 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini