Share

Rela Tukar Ijazah Sarjana untuk Dapat Modal Bikin Startup, Begini Obrolan Rahmat ke Jokowi

Clara Amelia, Okezone · Rabu 28 September 2022 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 320 2676117 rela-tukar-ijazah-sarjana-untuk-dapat-modal-bikin-startup-begini-obrolan-rahmat-ke-jokowi-hRN7GB5Stv.JPG Rahmat curhat ke Jokowi soal ijazah S1 yang bisa jadi jaminan dapat modal dari bank BUMN. (Foto: MPI)

JAKARTA – Seorang warga bernama Rahmat Irwanto ingin tukar ijazah sarjananya sebagai jaminan untuk dapat modal bikin startup dari Bank BUMN.

Hal tersebut ditanyakannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Baru 5 tahun lalu saya lulus. Bisakah ijazah saya dijadikan sebagai modal di BUMN, entah itu Bank BRI, entah Bank Mandiri, karena mengingat startup yang bapak sampaikan kemarin sudah menjamur Pak?” tanya Rahmat kepada Presiden saat memberikan bantuan subsidi upah (BSU) di Kantor Pos Baubau, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (27/9/2022).

BACA JUGA:Penyaluran BLT BBM 95,9%, Jokowi: Akhir Tahun Pasti Selesai

Menjawab pertanyaan tersebut, Jokowi mengatakan ada dua cara yang dapat dipilih Rahmat jika ingin mengajukan pinjaman.

Cara pertama yaitu melalui skema kredit usaha rakyat (KUR). Sedangkan cara kedua melalui Venture Capital yang juga terdapat di BUMN.

"Pertama coba dengan yang namanya KUR. KUR itu bisa sampai Rp500 juta. Kalau misalnya punya platform, punya aplikasi, berguna untuk petani untuk nelayan atau untuk UMKM bisa ikut pitching," jawab Jokowi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Lebih lanjut, Jokowi menyarankan kepada Rahmat untuk mempersiapkan proposal penawaran yang memaparkan kesiapan, kemampuan, dan keuntungan yang bisa diberikan.

"Sekali lagi orang mau meminjamkan ke kita itu akan melihat performa, lihat kinerja, lihat apa yang ditawarkan, apa yang diprospek. Kalau bagus bisa saja tanpa agunan, pitching itu nggak ada agunan," jelas Jokowi.

Sebagai tambahan, Jokowi menjelaskan bahwa dalam proses pitching akan melalui serangkaian proses seleksi dan hanya produk dengan kualitas baik yang terpilih.

"Yang paling mudah kalau memang barangnya bagus, produk aplikasinya bagus, produk platformnya bagus, itu bisa pitching. Biasanya (dari) seribu orang, hanya 10 orang yang dipilih, dipilih yang bagus-bagus, tapi kalau Rahmat punya yang bagus, berani, itu kompetisi," pungkas Jokowi.

Baca selengkapnya: Curhat ke Jokowi, Rahmat Ingin Gadaikan Ijazah S1 Jadi Jaminan Modal Bikin Startup

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini