Share

Bank Ina Perdana (BINA) Milik Salim Raup Laba Rp52,9 Miliar, Naik 128% di Semester I-2022

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 28 September 2022 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 28 278 2676549 bank-ina-perdana-bina-milik-salim-raup-laba-rp52-9-miliar-naik-128-di-semester-i-2022-mEHVHs0NRI.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) meraup laba bersih sebesar Rp52,907 miliar atau melonjak 128% pada Semester I-2022 dibanding periode sama tahun 2021 sebesar Rp23,171 miliar.

Dikutip Harian Neraca, di mana hasil itu mendongkrak laba per saham dasar ke level Rp 8,91 per lembar, atau naik dari akhir Juni 2021 di level Rp4,1.

Direktur Utama Bank Ina Perdana, Daniel Budirahayu mengatakan dengan strategi yang telah dicanangkan, perseroan membukukan pertumbuhan kredit sebesar 127% secara tahunan, jauh melebihi pertumbuhan kredit industri perbankan nasional sebesar 10,3%.

Serta perseroan lanjutnya, juga telah menyalurkan kredit semester pertama 2022 sebesar Rp7,06 triliun atau naik 127% secara tahunan.

 BACA JUGA:Penuhi Modal Inti, Bank Ina (BINA) Rights Issue 296,85 Juta Saham

Di mana capaian itu ditopang peningkatan penyaluran kredit segmen modal kerja sebesar 135% secara tahunan menjadi Rp5,08 triliun.

Disusul segmen investasi yang naik 121% secara tahunan menjadi Rp1,63 triliun.

Lalu, segmen konsumsi naik 65% secara tahunan menjadi Rp337,04 miliar.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Dari hasil penyaluran kredit berhasil membukukan pendapatan bunga bersih per Juni 2022 sebesar Rp234,56 miliar, atau naik 115% dari Rp109 miliar per Juni 2021,” katanya.

Dia juga menjelaskan pertumbuhan kredit diiringi prinsip kehati-hatian sehingga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) turun terjaga di level 1,84% untuk NPL gross dan NPL nett di level 0,58%.

Pada sisi lain, kata dia, perseroan dapat membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 16,416 triliun dan menekan biaya dana dengan meningkatkan porsi dana murah atau (CASA). Hal itu terlihat dari peningkatan tabungan sebesar 10,1% dibanding akhir Juni 2021 menjadi Rp 435,51 miliar.

Sedangkan untuk giro meningkat 146% dari Rp3,57 triliun menjadi Rp8,79 triliun per Juni 2022.

Sebagai informasim aset perseroan meningkat naik menjadi Rp19,33 triliun, atau 70,1% dibanding akhir Juni 2021 yang tercatat Rp11,36 triliun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini