Share

Harga Minyak Dunia Naik, WTI Dibanderol USD78,5/Barel

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Rabu 28 September 2022 07:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 28 320 2676349 harga-minyak-dunia-naik-wti-dibanderol-usd78-5-barel-m4jhGgflAW.jpeg harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak akhirnya naik setelah mencapai level terendah sejak Januari di sesi sebelumnya didukung oleh pembatasan pasokan di Teluk Meksiko AS menjelang Badai Ian dan karena dolar AS turun dari level terkuatnya dalam dua dekade.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November bertambah USD2,21 atau 2,6%, menjadi menetap di USD86,27 per barel di London ICE Futures Exchange. Brent jatuh 2,4% menjadi USD83,65, terendah sejak Januari di sesi sebelumnya.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik USD1,79 atau 2,3%, menjadi ditutup di USD78,5 per barel di New York Mercantile Exchange, demikian dilansir dari Antara, Rabu (28/9/2022).

Harga mendapat dukungan dari pembatasan pasokan di Teluk Meksiko AS karena Badai Ian memaksa perusahaan-perusahaan minyak di wilayah tersebut untuk mengevakuasi personel dan menutup kegiatan produksi.

Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS melaporkan Selasa (27/9/2022) bahwa sekitar 11% produksi minyak dan 8,56% produksi gas alam di Teluk telah ditutup.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pedagang juga menunggu data stok bahan bakar AS karena Badan Informasi Energi akan merilis laporan status minyak mingguannya pada Rabu. Para analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan pasokan minyak mentah komersial AS menunjukkan kenaikan 400.000 barel untuk pekan yang berakhir 23 September.

Harga minyak juga mendapat dukungan dari ekspektasi para analis kemungkinan pengurangan pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+), yang akan bertemu untuk menetapkan kebijakan pada 5 Oktober.

Dolar AS yang turun dari level tertinggi 20 tahun, juga membantu mendukung minyak. Dolar yang kuat membuat minyak mentah lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini