Share

PUPR Bangun Hunian Pariwisata Rp7,2 Miliar di Pulau Morotai, Begini Penampakannya

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 28 September 2022 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 28 470 2676465 pupr-bangun-hunian-pariwisata-rp7-2-miliar-di-pulau-morotai-begini-penampakannya-K7CB8568aU.JPG PUPR bangun hunian di Pulau Morotai. (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jendral Perumahan telah menyelesaikan pembangunan 170 Sarhunta (Sarana Hunian Pariwisata) di Pulau Morotai senilai Rp7,25 miliar.

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan pembangunan Sarhunta tersebut bertujuan untuk mendukung pengembangan Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara.

Melalui pembangunan Sarhunta tersebut diharapkan dapat mendorong minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara berwisata ke Pulau Morotai.

 BACA JUGA:PUPR Bangun Asrama untuk Perantau Rp86,7 Miliar, Bisa Tampung 500 Mahasiswa

Pembangunan tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti yang ada di hotel agar para wisatawan nyaman ketika berwisata.

"Kami ingin potensi pariwisata di Indonesia bisa menggeliat kembali pasca pandemi dan wisatawan bisa menikmati fasilitas penginapan yang dikelola oleh masyarakat,” kata Iwan pada keterangan tertulisnya, Selasa (27/9/2022).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pembangunan Sarhunta di DPSP Pulau Morotai terbagi menjadi dua bantuan yaitu bantuan untuk usaha pariwisata seperti homestay dan kafe sebesar Rp 100 juta berjumlah 20 unit. Selain itu bantuan untuk non usaha pariwisata sebesar Rp 35 juta berjumlah 150 unit.

Sebanyak 150 unit rumah tersebut tersebar di delapan desa yakni di Desa Posi – Posi Rao, Desa Galo – Galo, Desa Aru Burung, Desa Buho – Buho, Desa Lifao, Desa Bido, Desa Gorua, dan Desa Loleo.

Kepala Desa Posi - Posi Rao, Junsman Makiengun mengatakan, pembangunan Sarhunta di Pulau Morotai khususnya di Desa Posi - Posi Rao menggunakan ciri khas daerah, contohnya desain pintu yang melambangkan hasil olahan bumi setempat yaitu palawija dan cengkeh, dan ciri khas atapnya melambangkan perumahan yang ada di Maluku Utara.

“Jadi para wisatawan yang berkunjung di Pulau Morotai ini bisa menginap di homestay milik warga,” pungkas Junsman.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini