Share

Pendapatan Harian Tol Astra Tembus Rp9,9 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 278 2677293 pendapatan-harian-tol-astra-tembus-rp9-9-miliar-BMjJOJ6uTO.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Astra Infra yang merupakan anak usaha PT Astra Internasional Tbk (ASII) terus bergeliat dengan mencatatkan trafik pertumbuhan.

Dikutip Harian Neraca, hal ini terjadi pasca pandemi Covid-19 dengan catatan pertumbuhan yang lebih tinggi.

“Posisinya sampai saat ini rata-rata trafik lalu lintas harian 26% lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian di 2019 atau sebelum pandemi,” kata COO Astra Infra, Kris Ade Sudiyono dikutip Kamis (29/9/2022).

 BACA JUGA:Rencana Astra (ASII) Usai Akuisisi Bank Jasa Jakarta

Dia juga menyebut kalau meningkatnya lalu lintas di jalan tol juga turut mempengaruhi pendapatan Astra, di mana saat ini pendapatan hariannya rata-rata Rp9,9 miliar.

“Kalau dari pendapatan, saat ini rata-rata Rp9,9 miliar per hari, dibandingkan dengan Rp7,5 miliar per hari ketika 2019. Jadi sektor bisnis infrastruktur ini cukup resilience dalam perspektif investasi dan menjadi satu bagian dari Astra yang terus dikembangkan,” jelasnya.

Untuk Astra Infra saat ini mengoperasikan delapan konsesi jalan tol sejauh 396 kilometer, yakni jalan Tol Pandaan-Malang, Surabaya-Mojokerto, Jombang-Mojokerto, Semarang-Solo, Cikopo-Palimanan, Ulujami-Kebon Jeruk, Kunciran-Serpong, Tangerang-Merak.

Ke depan, lanjut Kris, perseroan masih terbuka untuk melakukan akuisisi beberapa ruas jalan tol untuk memacu pertumbuhan bisnis. Namun sayangnya belum bisa menyebutkan beberapa ruas yang tengah dibidik untuk diakuisisi.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dia juga menyampaikan perseroan juga berminat untuk mengembangkan jalan tol di proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Kalimantan Timur. Hanya saja perseroan masih menunggu sinyal dari pemerintah untuk ikut dalam proyek pembangunan IKN Nusantara.

Seperti diketahui, saat sosialisasi investasi IKN di akhir bulan lalu, salah satu perusahaan yang terlibat adalah ASTRA.

Namun, hingga kini ASTRA belum memutuskan untuk masuk secara langsung dalam proyek IKN.

"Yang disosialisasikan kemarin opportunity model, baru untuk pengembangannya. Jadi, untuk saat ini semua proyek masih dibiayai APBN negara. Kita terus pelajari, baik dari sisi opportunity dan business model," kata Kris Ade.

Dua juga menyebut perusahaan memang tengah mempertimbangkan terlibat secara langsung ke dalam proyek IKN, namun keputusan akhirnya belum ada. Apalagi, keseluruhan proyek ini masih menjadi tanggungan pemerintah.

"Untuk proyek saat ini penyediaan infrastruktur IKN termasuk jalan tolnya, semua dibiayai menggunakan APBN. Dengan demikian seluruh proyek IKN masih diinisiasi pemerintah. Jadi kami private sector belum ada satu pun yang masuk ke projek saat ini," katanya.

Diketahui, ASTRA sendiri memiliki pelabuhan yang berada di kawasan berdekatan dengan lokasi IKN, yaitu pelabuhan Penajam Banua Taka.

"Mudah-mudahan kita punya footprint (rekam jejak) di sana. Ada pelabuhan Penajam Banua Taka, dengan footprint disana, jalan dikit sudah sampe IKN," ucapnya.

Sebelumnya Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan KADIN menggelar Sosialisasi Peluang Investasi di IKN untuk menjelaskan berbagai peluang, skema, dan insentif berinvestasi di IKN kepada berbagai pelaku usaha pada akhir bulan lalu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini