Share

Jokowi Prediksi Ekonomi RI Tumbuh hingga 6% di Kuartal III-2022

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 320 2677253 jokowi-prediksi-ekonomi-ri-tumbuh-hingga-6-di-kuartal-iii-2022-jGi7Da8pbk.JPG Presiden Jokowi. (Foto: Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa ingin menumbuhkan optimisme di tengah perkiraan jurang resesi.

Jokowi menyebut pertumbuhan ekonomi di kuartal III akan tumbuh 5,4%-6%.

"Perkiraan saya ekonomi kuartal III akan tumbuh 5,4% sampai 6%, menurut saya akan tumbuh di atas kuartal II," ujar Jokowi dalam UOB Economic Outlook 2023 di Jakarta, Kamis(29/9/2022).

Adapun menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara saja sudah 27%.

Jokowi menambahkan, data tersebut berdasarkan Bank Indonesia yang sudah di cek ke pemerintah daerah.

 BACA JUGA:Jokowi: Ekonomi Sulit Diprediksi, Semua Negara Kesulitan

"Bisa angka 27% dari mana? saya awal gak percaya setelah cek ooh bener dulu ekspor nikel hanya raw material sekarang sudah ada industri smelter di sana, inilah kenapa berkali-kali saya sampaikan hilirisasi-hilirisasi, karena itu," katanya.

Meski dalam keadaan sulit, lanjut Jokowi, pemerintah tetap konsisten membenahi hal-hal yang fundamental, seperti infrastruktur.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hal itu karena di situlah pondasi pemerintah dalam jangka menengah dan panjang yang bisa diperbaiki karena ini menyangkut daya saing.

"Gak bisa bersaing kalau konektivitas tidak kita miliki dengan baik, jalan, airport, pelabuhan, pembangkit listrik, itu kunci dasar kalau ingin bersaing dengan negara lain, kalau itu kita tidak memiliki, stok infrastruktur kita rendah mana bisa bersaing," jelasnya.

Hal ini didorong oleh beberapa realisasi indikator perekonomian yang menggembirakan beberapa waktu terakhir.

Antara lain indeks keyakinan konsumen yang menunjukkan optimisme.

Perbankan juga menyalurkan kredit dengan pesan, yaitu 10,7% yang menggambarkan perekonomian menggeliat. Ekspor bahkan luar biasa dengan realisasi tertinggi sepanjang sejarah dan mendorong neraca dagang surplus USD5,7 miliar.

"Neraca dagang surplus 28 bulan berturut-turut," ucapnya.

Aktivitas industri juga terus melesat, yang terlihat dari indeks PMI manufaktur di atas 51.

"Makanya menurut saya akan tumbuh di atas yang kuartal II," tegasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini