Share

Bersaing dengan Negara Lain, Jokowi Bicara Stok Infrastruktur di Indonesia Rendah

Antara, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 320 2677271 bersaing-dengan-negara-lain-jokowi-bicara-stok-infrastruktur-di-indonesia-rendah-efns2Gg0BI.png Jokowi soal Infrastruktur di Indonesia (Foto: BPMI)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara mengenai kondisi infrastruktur di Indonesia. Hal ini penting agar bisa bersaing dengan negara lain.

Upaya peningkatan daya saing dilakukan dengan membangun infrastruktur konektivitas, seperti jalan, bandara, pelabuhan, dan pembangkit listrik.

"Kalau ingin bersaing dengan negara lain, kalau itu kita tidak miliki, stok infrastruktur kita rendah, mana bisa bersaing?" kata Jokowi dalam acara United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

BACA JUGA:Jokowi Prediksi Ekonomi RI Tumbuh hingga 6% di Kuartal III-2022 

Jokowi menjelaskan Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan daya saing bangsa dengan menerapkan hilirisasi sumber daya alam dan menghentikan ekspor bahan mentah.

Ekonomi Indonesia 

Secara bertahap, tambahnya, Pemerintah telah memulai untuk menghentikan ekspor bahan mentah seperti nikel. Kemudian, Pemerintah akan menghentikan ekspor bahan mentah timah dan tembaga.

Sementara itu, Jokowi mengatakan Pemerintah tetap konsisten memperbaiki aspek-aspek fundamental seperti membangun infrastruktur dan meningkatkan daya saing, meskipun kondisi global sedang sulit.

"Meski dalam keadaan sulit, kita tetap konsisten membenahi hal-hal yang fundamental, infrastruktur terus, karena di situlah pondasi kita dalam jangka menegah dan panjang," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Saat kunjungan kerja ke Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu (28/9), Jokowi juga mengambil keputusan untuk menghentikan impor aspal di 2024. Hal itu karena Buton memiliki kekayaan aspal yang melimpah hingga 662 juta ton.

"Kenapa sih kita masih impor aspal? Data yang saya terima kira-kira (impor) lima juta ton per tahun," kata Jokowi.

Dia juga mengatakan akan memperbaiki hal fundamental di sektor pangan dan energi agar Indonesia memiliki ketahanan dua komoditas strategis tersebut.

"Ketahanan pangan, energi terus kami perbaiki, B30 (Biodiesel 30), B40 (Biodiesel 40) ditingkatkan supaya ketahanan energi kita benar-benar kuat," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini