Share

Hitung-hitungan Menhub: Subsidi BBM Rp502 Triliun Bisa Konversi Motor Listrik 3 Tahun

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Kamis 29 September 2022 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 320 2677322 hitung-hitungan-menhub-subsidi-bbm-rp502-triliun-bisa-konversi-motor-listrik-3-tahun-7BN8iDtXft.JPG Menhub Budi Karya Sumadi. (Foto: MPI)

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) senilai Rp502 triliun cukup banyak yang digelontorkan untuk bahan bakar kendaraan.

Menurutnya, jika subsidi BBM dialokasikan untuk mendukung konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik yang membutuhkan biaya besar itu, maka setidaknya dalam kurun 3 tahun hal tersebut bisa terwujud.

"Kalau hitungannya, sekarang subsidi Rp502 triliun, penggunaan untuk motor 1/5 nya, berarti Rp100 triliun, menurut teman-teman, dibuat satu subdisi dengan nilai tertentu, maka dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun subsidi itu sudah bisa mengcover (biaya konversi)," ujar Menhub dalam Market Review IDX Channel, Kamis (29/9/2022).

"Matematisnya simpel, kalau kita terus menerus mengeluarkan uang untuk subsidi BBM, kalau terkonversi dengan baik, maka uang yang untuk subsidi BBM, bisa kita berikan kepada masyarakat," sambungnya.

Menhub menjelaskan kendaraan listrik merupakan sebuah keniscayaan, bukan hanya sekedar menghemat belanja negara.

Serta ini juga bermanfaat untuk lingkungan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Keuntungan untuk masyarakat, biaya sehari-hari maka itu bisa berkurang, yang tadinya harus mengisi 3 liter sekitar Rp30 ribu, bisa relatif zero, artinya masyarakat bisa mendapatkan tambahan pendapatan," lanjutnya.

Pemerintah saat ini menurutnya juga tengah serius untuk mewujudkan transisi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.

Salah satunya akan memberikan subsidi untuk konversi ke kendaraan listrik.

"(Mekanisme subsidi) akan dibahas antar K/L, karena ini domainnya bukan kita, termasuk bisa lewat Pemda, institusi tertentu, atau lewat Pertamina, atau lewat lembaga lain, kita mengharapkan proses ini jangan terjadi suatu penyalahgunaan," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini