Share

Pemulihan Ekonomi RI Kuat, Sri Mulyani: Ini Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Antara, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 320 2677381 pemulihan-ekonomi-ri-kuat-sri-mulyani-ini-bisa-ciptakan-lapangan-kerja-GvSIt6uJVn.JPG Sri Mulyani. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan momentum pemulihan Indonesia yang masih sangat kuat akan memberi daya tahan terhadap ekonomi secara lebih baik.

Dikutip Antara, di mana momentum ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menurunkan angka kemiskinan.

“Saat kita momentum pemulihannya masih kuat ini memberikan daya tahan yang cukup baik, tidak hanya sekadar pertumbuhan ekonomi levelnya, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam acara UOB Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Dia juga menuturkan kuatnya momentum pemulihan Indonesia terlihat dari ekonomi yang konstan tumbuh di atas 5% sepanjang semester I-2022, bahkan diprediksi bertahan di kuartal-III.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Sri Mulyani, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 akan berada di level antara 5,4% sampai 6%.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hal tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa di tengah pandemi yang belum berakhir dan bahkan banyak negara di dunia juga belum sepenuhnya pulih.

Untuk produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pun akhirnya menjadi sedikit dari negara di dunia yang pada semester II-2021 telah mampu melewati prapandemi level yaitu 1,9% dan tahun ini akan lebih tinggi yakni di atas 7%.

“Hanya tiga negara yang lebih tinggi dari kita dan kalau kita lihat dari seluruh negara G20 atau ASEAN 6, kita termasuk yang memiliki performance pemulihan relatif cepat dan kuat,” jelasnya.

Dia menegaskan arah pemulihan Indonesia yang sudah sangat baik ini harus dipertahankan melalui kerja sama kebijakan fiskal dan moneter untuk menangani berbagai masalah yang merupakan scarring effect dari pandemi.

Adapun masalah itu di antaranya mengenai stabilisasi dan pemulihan ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan normalisasi hingga terkait pelaku mikro seiring Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masuk sampai ke level rumah tangga.

“APBN menjadi shock absorber, shock-nya sebetulnya sangat dalam tapi masyarakat, Anda semua masih bisa duduk di sini, menikmati listrik, menikmati AC, keluar masih makan, jalan di luar masih macet,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini