Share

Akuisisi PTT Mining, Laba Astrindo (BIPI) Diproyeksi Capai Rp2,2 Triliun

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 278 2678028 akuisisi-ptt-mining-laba-astrindo-bipi-diproyeksi-capai-rp2-2-triliun-tothAer2H3.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Aksi PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mengakuisisi PTT Mining Ltd Hongkong (PTTML) diyakini mampu mengerek laba Astrindo naik hingga 15 kali lipat dari perolehan tahun 2021.

Dikutip dari IDX 1st Session Closing, Jumat (30/9/2022), estimasi tersebut berasal dari laba PTT Mining semester I- 2022 yang mencapai USD150 juta atau Rp2,2 triliun dan diperkirakan bisa berlipat ganda dalam satu tahun penuh menjadi sekitar USD300 juta. (Kurs:15.239).

Aksi korporasi terus dilakukan BIPI untuk menaikkan kinerjanya dengan laba tahun berjalan Astrindo pada 2021 mencapai USD21,89 juta.

 BACA JUGA:Gembok Saham Garuda Indonesia (GIAA) Bakal Dibuka tapi...

Dengan demikian, jika laba PTT Mining masuk ke laporan keuangan Astrindo secara konsolidasi, jumlahnya diprediksi mencapai USD321 juta, naik 14.285% atau setara 15 kali lipat laba Astrindo 2021.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

PTT Mining kini memiliki beberapa konsesi tambang batu bara, antara lain di Brunei Darussalam, Madagaskar, serta tiga tambang batu bara di Kalimantan yakni Jembayan, Sebuku, dan Penajam.

Sedangkan dari sisi pendapatan, PTT Mining diperkirakan menyumbang sekitar USD500 juta ke pemasukan Astrindo dalam setahun, berkaca dari pendapatan PTT Mining pada 2021 senilai USD511 juta.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini