Share

Terkuak Alasan Besaran BLT PKH Berbeda-beda

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Jum'at 30 September 2022 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 320 2678385 terkuak-alasan-besaran-blt-pkh-berbeda-beda-CNnPanyHZ3.jpg BLT PKH Cair. (Foto: okezone.com/MPI)

JAKARTA - Kementerian Keuangan menjelaskan soal besaran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) akan berbeda pada setiap penerimanya. Di mana pemerintah menggelontorkan anggaran satu tahun untuk penerima manfaat PKH sebesar Rp28,71 triliun.

Adapun yang sudah direalisasikan sampai dengan akhir Triwulan III ini sudah disalurkan sebanyak Rp21,3 triliun atau 74,3% dari anggaran tersebut. Sementara pada Triwulan IV akan dicairkan mulai Senin (3/10/2022).

"Pada Triwulan IV ini juga sama tiga bulan, akan dicairkan mulai Senin besok bulan Oktober. Besaran pada keluarga akan berbeda beda," kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan, dalam media briefing Update Penyaluran Bansos dan Pembiayaan di Kemenkeu, Jakarta, Jumat (30/2/2022).

Baca Juga: Cara Cek Penerima BLT UMKM di BRI dan BNI yang Cair Oktober

Dia menjelaskan, besaran bansos PKH ini didasarkan pada beberapa aspek, yaitu kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan.

Misalnya aspek kesehatan, apakah ibu yang ada di keluarga penerima manfaat itu sedang hamil atau tidak. Apabila sedang hamil maka akan mendapatkan Rp3 juta dalam satu tahun.

Kemudian ada balitanya atau tidak. Jika ada beritanya, maka diberikan tambahan Rp3 juta dalam satu tahun.

"Jadi artinya kalau pemberiannya Triwulan-nan dibagi empat aja," imbuh Isa.

Baca Juga: Ini Jadwal dan Syarat Penerima BSU Rp600.000 Tahap 4

Kemudian, aspek pendidikan. Ia menerangkan, jika di dalam keluarga penerima manfaat memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), maka akan mendapat tambahan bantuan sebesar Rp 900 ribu per tahun. Selain itu, jika memiliki anak yang duduk di bangku SMP, akan di tambah Rp1,5 juta per tahun, sedangkan tingkat SMA diberi tambahan Rp2 juta per tahun.

Sementara, pada aspek kesejahteraan, ia mencontohkan, misalnya dalam keluarga penerima manfaat ada anggota keluarga yang cacat atau disabilitas, maka akan ada tambahan bantyan sosial senilai Rp2,4 juta per tahun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Demikian juga jika memiliki orang tua dia usia lanjut usia (60 tahun ke atas) maka ditambah lagi Rp2,5 juta per tahun.

"Jadi kalau di keluarga itu misalnya punya anak masih SD kemudian juga ada orang tuanya yang tinggal bersama sudah lansia dan sebagainya ya ini ditambah-tambahkan saja. Tentunya masing masing keluarga kondisinya berbeda beda sehingga besaran untuk tiap-tiap keluarga itu bervariasi," papar Isa.

Program keluarga harapan ini merupakan upaya pemerintah untuk mengintervensi kemiskinan agar tidak terjadi turun temurun.

"Jadi kita lihat bahwa kalau ibunya hamil diusahakan ibunya sehat maka dikasih tambahan uang, kalau punya anak balita dikasih tambahan supaya anak yang dilahirkan atau yang dibesarkan dari keluarga ini kualitasnya bagus tidak ada stunting. Walaupun ini mungkin tetap aja ada kekurangan tapi itu intervensi yang lain lagi," kata Isa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini