Share

Indonesia Beralih ke Mobil Listrik, Berikut Langkah yang Harus Dipersiapkan

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 30 September 2022 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 320 2678394 indonesia-beralih-ke-mobil-listrik-berikut-langkah-yang-harus-dipersiapkan-JzBjEhCeOz.jfif Persiapan yang Mesti Dilakukan Ketika Beralih ke Kendaraan Listrik. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Pemerintah menggencarkan penggunaan kendaraan bermotor listrik dan hibrid berbasis baterai (battery electric vehicle). Namun tidak semata hanya menyiapkan pada sektor industri saja.

"Kalau dilihat petanya, industri (kendaraan bermotor listrik) hanya salah satu dari ekosistem," kata Kepala Laboratorium Konvensi Energi Listrik Institusi Teknologi Bandung (ITB) DR.Ir Agus Purwadi MD ketika berbicara di webinar Partai Perindo bertajuk "Kesiapan Industri Otomotif Beralih ke Mobil Listrik," Jumat (30/9/2022).

Banyak sektor yang harus dipersiapkan ketika pemerintah bertekad atau beralih ke kendaraan bermotor listrik. Salah satunya dengan mempersiapkan sektor infrastruktur secara matang.

Baca Juga: Menhub Ungkap Tantangan Pengembangan Mobil Listrik di RI

"Kalau mengembangkan kendaraan listrik harus melihat infrastrukturnya. Dari pemerintah sebagai role modelnya yang memang policy industri itu untuk kendaraan listrik adalah mayoritas government driven, bukan market driven," ujarnya.

Sektor lain yang perlu dipersiapkan yakni after sales service dan yang paling dominan adalah policy zonasi seperti kawasan khusus yang tidak boleh dilalui oleh non-kendaraan listrik.

"Termasuk juga sosialisasi, edukasi dan promosi," jelas Agus.

Baca Juga: Desainnya Futuristik! Ini Dia Review Mobil Listrik Hyundai Ioniq 5 dari Captain Vincent

Sebagai penutup, Agus menyebutkan introduksi teknologi kendaraan rendah emisi merupakan kebutuhan, peluang dan tantangan serta arena untuk penyiapan ekosistem. Di mana akan tumbuhnya riset, inovasi, industri maupun bisnis baru.

"Kenapa? Karena ada model bisnis yang bisa dikembangkan sekarang dan mungkin set mobiliti bisa tren ke depan," ungkapnya.  

Kemudian, kendaraan listrik menjadi elektrifikasi sektor dan akan berkontribusi mengatasi polusi udara, ketergantungan impor BBM dan perubahan iklim.

"Elektrifikasi ini sangat menentukan terhadap aspek polusi, impor BBM dan juga CO2 reduktion," ungkap dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu, menurutnya ketersediaan baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) merupakan salah satu hal yang sangat strategis dan merupakan komponen utama kendaraan rendah emisi.

Kendati saat ini baterai kendaraan listrik masih relatif mahal, tetapi dengan perkembangan teknologi dan merubah cara pandang serta optimasi rantai-nilainya dari use, reuse dan recycle. Maka, komponen kendaraan listrik dapat membuka peluang dan potensi bisnis serta pendapatan baru.

"Jadi bukan lagi sebagai component based tetapi juga asset based," tegas dia.

Selanjutnya kata Agus, yakni kepoloporan atau inisiasi pemerintah sangat berperan penting sebagai role model untuk menumbuh kembangkan ekosistem kendaraan rendah emisi.

"Kemudian kesiapan ekosistem, kontribusi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan terkait sangat pentingnya bagi realiasi teknologi kendaraan rendah emisi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini