Share

Bursa Saham AS Turun Tajam Tertekan Data Inflasi, Indeks Dow Anjlok 500 Poin

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Sabtu 01 Oktober 2022 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 278 2678610 bursa-saham-as-turun-tajam-tertekan-data-inflasi-indeks-dow-anjlok-500-poin-EZDldLYdmf.jpg Wall Street ditutup melemah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bursa saham AS turun tajam pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Wall Street tertekan karena investor khawatir tentang prospek pengetatan kebijakan moneter agresif bank sentral lebih lanjut menyusul laporan inflasi yang panas lainnya.

Melansir Antara, Sabtu (1/10/2022), indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 500,10 poin atau 1,71%, menjadi menetap di 28.725,51 poin. Indeks S&P 500 tergerus 54,85 ​​poin atau 1,51%, menjadi berakhir di 3.585,62 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 161,89 poin atau 1,51%, menjadi ditutup di 10.575,62 poin.

Ketiga indeks utama membukukan penutupan terendah sejak 2020. Indeks S&P dan Dow mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut, dan ketiga indeks membukukan kerugian bulanan kedua berturut-turut. Untuk September, Dow turun 8,8%, S&P 500 jatuh 9,3% dan Nasdaq kehilangan 10,5%.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor utilitas dan teknologi masing-masing tergelincir 1,97% dan 1,94%, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor real estat menguat 0,99%, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

"Ini adalah hari buruk lainnya untuk mengakhiri kuartal yang buruk di tahun yang tampak sangat buruk," kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group di Omaha, Nebraska.

"Kesadaran bahwa The Fed melakukan apa pun yang mereka bisa untuk memerangi inflasi tertinggi 40 tahun membuat investor khawatir mereka akan mendorong ekonomi ke tepi dan ke dalam resesi," tambah Detrick.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Data yang dirilis Jumat (30/9/2022) menunjukkan ukuran utama inflasi AS datang lebih tinggi dari yang diperkirakan pada Agustus meskipun Federal Reserve berupaya untuk menurunkan harga-harga.

Departemen Perdagangan AS mengatakan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,6% pada Agustus, di atas konsensus 0,5%, dan mencatat kenaikan 4,9% tahun-ke-tahun.

Inflasi PCE utama naik 0,3% untuk kenaikan 6,2% tahun-ke-tahun, juga di atas perkiraan pasar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini